Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Tahu Bagaimana Cara Hancurkan Pangkalan Militer AS, Peringatan bagi Trump
Advertisement . Scroll to see content

Viral, Donald Trump Emosi Diteriaki Karyawan Ford saat Kunjungan Pabrik

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:05:00 WIB
Viral, Donald Trump Emosi Diteriaki Karyawan Ford saat Kunjungan Pabrik
Kunjungan Presiden  Donald Trump ke pabrik perakitan Ford di Dearborn, Michigan, menjadi sorotan publik, setelah seorang karyawan berteriak protes. (Foto: X JT Lewis)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke pabrik perakitan Ford di Dearborn, Michigan, mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena agenda industrinya, melainkan akibat gestur provokatif yang terekam kamera dan viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang beredar luas, Trump tampak melontarkan ucapan bernada kasar kepada seseorang di luar kamera. Tak lama berselang, Presiden AS itu juga terlihat melakukan gerakan tangan yang banyak pihak ditafsirkan sebagai isyarat tidak pantas, sebelum kembali melanjutkan tur jalur produksi Ford F-150.

Momen tersebut langsung memicu perbincangan hangat di ruang publik, mengingat jarang terjadi seorang presiden yang tengah menjabat menunjukkan sikap demikian di hadapan publik, terlebih dalam kunjungan resmi ke fasilitas industri.

Dilansir dari Carscoops, Kamis (15/1/2026), insiden itu disebut dipicu oleh teriakan seorang pria yang menuding Trump sebagai pelindung pedofil. Tuduhan tersebut diduga berkaitan dengan kembali mencuatnya sorotan publik terhadap dugaan keterlibatan Trump dalam kasus Jeffrey Epstein.

Pria yang meneriakkan tuduhan tersebut diketahui bernama TJ Sabula, karyawan Ford berusia 40 tahun sekaligus anggota serikat pekerja United Auto Workers (UAW). Ford dilaporkan telah menskors Sabula atas insiden tersebut.

Sabula mengaku belum mengetahui dampak jangka panjang terhadap pekerjaannya. Namun, dia menegaskan tidak menyesali aksinya. “Sejauh menegurnya, sama sekali tidak ada penyesalan,” ujarnya.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, menyebut insiden tersebut sebagai hal yang disayangkan dan memalukan. Meski demikian, dia berupaya meredam polemik dengan mengatakan kejadian tersebut hanya berlangsung singkat.

“Itu hanya sekitar enam detik dari tur satu jam yang berjalan sangat baik. Saya rasa dia sangat menikmatinya dan kami juga,” kata Bill Ford kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, juru bicara Ford menyampaikan pernyataan resmi kepada TMZ dengan menekankan nilai inti perusahaan. “Kami mengadakan acara yang hebat hari ini dan bangga dengan bagaimana karyawan kami mewakili Ford. Salah satu nilai inti kami adalah rasa hormat, dan kami tidak mentolerir pernyataan tidak pantas di dalam fasilitas kami,” ujar pernyataan tersebut.

Dari pihak Gedung Putih, Direktur Komunikasi Steven Cheung membela sikap Presiden. Kepada Washington Post, dia menyebut respons Trump sebagai tindakan wajar. “Seseorang berteriak dengan kata-kata kasar dalam kemarahan, dan Presiden memberikan tanggapan yang tepat dan tidak ambigu,” ujarnya.

Gestur kontroversial tersebut menambah daftar panjang momen serupa dalam sejarah politik AS. Mantan Presiden George W. Bush pernah tertangkap kamera mengacungkan jari tengah di belakang layar wawancara televisi, sementara Wakil Presiden Nelson Rockefeller melakukan gestur serupa pada 1976 yang kemudian dikenal sebagai “Salam Rockefeller.”

Dalam beberapa tahun terakhir, Wakil Presiden JD Vance juga sempat menuai sorotan usai menggunakan gestur yang sama dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik di Ohio.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kunjungan Trump ke pabrik Ford River Rouge sejatinya bertujuan menegaskan dukungannya terhadap kebijakan ekonomi “America First.” Kunjungan itu berlangsung di tengah langkah Ford yang mulai mengurangi agresivitas pengembangan kendaraan listrik dan kembali menekankan manufaktur konvensional di AS.

Kunjungan Presiden  Donald Trump ke pabrik perakitan Ford di Dearborn, Michigan, menjadi sorotan publik, setelah seorang karyawan berteriak protes. 

Trump menyusuri jalur perakitan F-150 bersama Bill Ford dan CEO Ford Jim Farley. Dia memuji kualitas truk tersebut serta peran Ford dalam mempertahankan produksi di dalam negeri.

“Ford benar-benar menjadi pemimpin. Mereka melakukan pekerjaan yang hebat. General Motors dan Stellantis juga berkinerja sangat baik. Saya hanya ingin mereka membangun produk mereka di AS,” ujar Trump.

Saat ditanya soal masa depan perjanjian perdagangan USMCA, Trump menjawab singkat dengan nada khasnya. “Kita bisa memilikinya atau tidak, itu tidak masalah. Saya pikir mereka menginginkannya, saya tidak terlalu peduli tentang itu,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut