Wajah Toyota Kijang dari Masa ke Masa

Dani M Dahwilani ยท Senin, 04 Desember 2017 - 17:45 WIB
Wajah Toyota Kijang dari Masa ke Masa

Terus bertransformasi, Toyota Kijang yang telah menginjak usia lebih dari 40 tahun merupakan kendaraan tersukses di pasar otomotif Tanah Air. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Bagi Anda pecinta otomotif mendengar nama Kijang tentu tidak asing lagi. Mobil ini telah melegenda. Kijang yang telah menginjak usia lebih dari 40 tahun merupakan kendaraan tersukses di pasar Tanah Air.
 
Melansir Wikipedia, Toyota Kijang terus bermetamorfosa memenuhi keinginan konsumen dan perkembangan teknologi. Kijang dengan singkatan 'Kerja Sama Indonesia Jepang' adalah model kendaraan niaga yang kemudian bertransformasi menjadi mobil keluarga.

Kini, kendaraan tersebut menjadi mobil paling populer di kelas minibus atau multi purpose vehicle (MPV) di Indonesia. Kesuksesan mobil ini menginspirasi kendaraan lain meniru konsep Toyota Kijang, terutama dari segi nama hewan, seperti Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda serta Daihatsu Zebra.

Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi "Innova", Toyota Kijang juga dipasarkan di Malaysia dengan nama Unser, Filipina (Toyota Tamarraw/Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace), India (Qualis) dan Afrika Selatan (Toyota Condor Hi-Roof)

Toyota Kijang
Generasi I

Peluncuran Toyota Kijang generasi pertama (kode produksi KF10) dilakukan dalam acara Pekan Raya Jakarta (PTJ) pada 1975, disaksikan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto, dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Generasi pertama Toyota Kijang menerapkan konsep pick up dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena tutup kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi perdana ini diproduksi pada periode Juni 1977 hingga Juni 1981.

Pada tahun pertama peluncurannya (1977), total produksi Kijang generasi pertama hanya berjumlah 1.168 unit. Tiga tahun berikutnya pada 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Jumlah produksi Kijang pun terus meningkat dari tahun ke tahun.


Generasi II

Toyota Kijang generasi II (kode produksi KF20) mulai dijual pada Juni 1981. Bentuk dan modelnya tidak jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Adapun beberapa perubahan yang ada di antaranya peningkatan kapasitas silinder mesin menjadi 1.300 cc (naik 100 cc). Kapasitas ini kemudian dinaikkan lagi hingga 1.500 cc (naik 200 cc).

Mobil generasi ini juga akrab dengan sebutan Kijang Doyok. Pintu lebih manis dengan dilengkapi kaca dengan engsel tidak lagi mirip engsel pintu rumah dan dilengkapi kunci. Mobil ini menggunakan mesin 4K berkapasitas 1.300 cc, transmisi masih 4 percepatan. Suspensi masih double wishbone dengan per daun pada bagian depan dan per daun under axle (di bawah gardan) pada bagian belakang mobil.

Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada 1983. Toyota juga dikenal dalam perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini.

Pada 1984 dilakukan perubahan pada gril dan bumper, termasuk pemakaian lampu kotak. Lampu sein yang pada produksi awal masih terletak di bumper depan, kini naik ke grill mengapit tulisan Toyota.

Hingga 1983, permintaan mobil ini tetap tinggi. Sampai akhirnya, Toyota melakukan perubahan pada mesin memakai tipe 5K dengan kapasitas 1.500 cc namun irit bahan bakar.

Generasi III

Pada akhir 1986, model Toyota Kijang generasi III dilempar ke pasaran. Kijang generasi ini bentuknya lebih melengkung sehingga tampak lebih modern. Model ini hingga saat ini masih banyak digunakan di jalanan Indonesia meski tidak lagi diproduksi.

Pada generasi ini, konsep Kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada generasi ini juga masih terdapat varian pick up, meski tidak lagi menjadi konsep utama Toyota Kijang seperti generasi sebelumnya.

Masa ini bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang built up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia, serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya, seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra.

Pada generasi ini, Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang, yakni Super Kijang dan Grand Extra dengan memiliki life cycle cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.

Mesin pada awal generasi ini masih memakai tipe 5K yang memiliki tenaga maksimum (horse power) lebih tinggi, yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menghadirkan 5 percepatan dan 4 percepatan, dari sebelumnya hanya 4 percepatan.

Pada April 1995, terdapat penambahan variasi mesin, yaitu tipe 7K berkapasitas 1.800 cc (naik 300 cc) yang lebih bertenaga, serta diberhentikan produksi varian mesin 5k pada tahun yang sama.

Sampai saat ini, Toyota Kijang generasi ketiga (baik seri Super dan Grand Extra) masih banyak di pasaran dan memiliki harga jual tinggi.

Setelah sebelas tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interior menjadi lebih aerodinamis pada 1997. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul". Total varian awalnya mencapai 18 model dengan pilihan sasis (panjang/pendek) dan mesin yang berbeda (bensin/diesel).

Pada generasi ini menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Toyota mengeluarkan dua tipe mesin, yakni 1.800cc (tipe 7K) seperti generasi sebelumnya dan mesin diesel 2.400cc (tipe 2L) tanpa turbo milik Toyota HiAce, yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther.

Generasi IV

Kijang kembali diperbarui pada 2004, dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa nama "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya.

Pada generasi keempat inilah Kijang mulai diekspor ke mancanegara dengan berbagai nama, kecuali untuk Brunei Darussalam yang tetap menggunakan nama Kijang, yaitu Malaysia dan Singapura (Toyota Unser), Filipina (Toyota Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace) dan Afrika Selatan (Toyota Condor 4x4)

Generasi V

Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan. Di mana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam, seperti pada model-model sebelumnya.

Model ini dikeluarkan PT Toyota Astra Motor (TAM), yang dipasarkan dengan konsep mobil keluarga jenis MPV (multi purpose vehicle) masa kini, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih akurat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen lebih user friendly.

Generasi ini menggunakan mesin VVT-i 2000 cc dengan jenis 1TR-FE berkatup 16 DOHC, tenaga yang jauh lebih besar daripada Kijang bensin generasi sebelumnya, yaitu sebesar 136 hp. Sementara untuk varian diesel menerapkan mesin diesel 2.500 cc berkode 2KD-FTV dengan turbocharger dan sistem penyaring solar Common Rail Direct Injection. Kijang Innova memiliki tenaga sebesar 102 hp, menggantikan jenis K/RZ Dan L pada generasi sebelumnya.

Kijang - Innova
Generasi VI

All New Kijang kemudian diluncurkan pada 23 November 2015 di Hotel Fairmount, Jakarta. Kijang generasi keenam ini dipasarkan dengan tiga varian utama, yaitu G sebagai varian paling murah, V varian menengah, dan Q varian tertinggi. Ketiga varian tersebut memiliki dua pilihan mesin, yaitu bensin 2.000 cc berkode 1TR-FE dengan teknologi Dual VVT-i dan mesin diesel 2.400cc berkode 2GD-FTV dengan intercooler dan VNT.

Editor : Dani Dahwilani