Wujudkan Produksi 300.000 Mobil Listrik, Xiaomi Gandeng BAIC
JAKARTA, iNews.id - Xiaomi beberapa waktu lalu telah mengumumkan beberapa informasi tentang proyek mobilnya. Ini mereka kemas dalam video yang menayangkan uji jalan teknologi mengemudi otonom.
Sekarang, raksasa teknologi China itu telah membuat kemajuan di bidang manufaktur. Laporan terbaru menyebut Xiaomi telah melobi BAIC Group tentang co-memproduksi kendaraan listrik.
Saat ini, kedua pihak kabarnya sedang menjajaki kerja sama, termasuk pembelian langsung pabrik kedua Hyundai Beijing oleh Xiaomi. Di mana pabrik ini sudah memiliki izin produksi kendaraan.
Mereka akan merombak pabrik yang sudah berusia tua tersebut agar bisa memproduksi kendaraan listrik, BAIC Blue Valley, anak perusahaan BAIC Group, dan dapat juga memproduksi kendaraan Xiaomi.
Proyek mobil Xiaomi sendiri kabarnya bakal memiliki dua pemasok baterai utama, yaitu Ningde Times dan Fudi Battery BYD. Kedua perusahaan baterai ini juga merupakan baterai terkemuka di bidang energi baru China.
Xiaomi bahkan telah menandatangani kontrak dengan Komite Manajemen Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Beijing untuk membangun markas besar bisnis mobil dan kantor pusat penjualan serta R&D di Yizhuang.
Dilansir dari Gizchina, Selasa (30/8/2022), Xiaomi akan membangun pabrik mobil dengan produksi tahunan 300.000 kendaraan. Pengumuman pada saat itu mengatakan pabrik akan dibangun dalam dua tahap.
Tahap pertama dan kedua masing-masing dengan kapasitas produksi tahunan 150.000 unit. Menurut jadwal perusahaan, mobil pertama Xiaomi akan mencapai produksi massal pada 2024.
Pada 30 Maret tahun lalu, Xiaomi secara resmi mengumumkan mereka akan bergabung dengan pembuat mobil dengan investasi awal sebesar 1,5 miliar dolar AS dan perkiraan investasi 10 miliar dolar AS pada 10 tahun ke depan.
CEO Xiaomi, Lei Jun mengatakan proyek mobil Xiaomi juga menjadi salah satu keputusan terpenting dalam sejarah perkembangan perusahaan. Ini adalah hasil dari demonstrasi berulang dan keputusan yang hati-hati oleh manajemen perusahaan.
"Esensi kendaraan listrik sudah menjadi produk elektronik konsumen, dan kendaraan yang ditentukan perangkat lunak akan menjadi puncak persaingan," katanya.
Lei Jun memendang, pada saat yang sama, kendaraan listrik juga akan menjadi model bisnis "triathlon". Jika kendaraan listrik pintar adalah "elektronik konsumen", mereka pasti akan mengikuti aturan industri elektronik konsumen.
Editor: Dani M Dahwilani