Berkendara Motor saat Berpuasa Ramadan, Ini 5 Hal Penting Harus Diperhatikan
JAKARTA, iNews.id - Menjalankan puasa pada Ramadan menuntut umat Muslim menahan haus dan lapar sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Perubahan pola makan serta waktu istirahat kerap berdampak pada kondisi fisik dan konsentrasi, terutama bagi pengendara sepeda motor yang tetap beraktivitas di jalan raya.
Berkendara sepeda motor saat berpuasa bukan perkara sederhana. Kondisi tubuh yang cenderung lelah, mengantuk, dan kurang fokus dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Semangat cari aman harus tetap digaungkan selama Ramadan. Pengendara diimbau lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan konsisten menerapkan kebiasaan berkendara aman dalam setiap perjalanan.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani mengatakan keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan motor. Persiapan sebelum berangkat dan kewaspadaan di jalan menjadi faktor penting.
“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut lebih perhatian ekstra agar tetap cari aman,” ujar Agus Sani.
Sejalan dengan hal tersebut, ada lima hal penting yang wajib diperhatikan pengendara sepeda motor selama menjalankan ibadah puasa agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
1. Atur Rute Perjalanan
Merencanakan rute sebelum berkendara menjadi langkah awal yang krusial. Dengan mengetahui jalur yang akan dilalui, pengendara dapat menghindari titik rawan macet maupun jam sibuk yang berpotensi memicu stres.
Rute yang lebih lancar membantu menjaga emosi tetap stabil. Konsentrasi pun bisa lebih terjaga sehingga risiko kesalahan saat berkendara dapat ditekan.
2. Manajemen Waktu Tidur yang Baik
Kurangnya waktu istirahat menjadi salah satu penyebab utama menurunnya fokus saat berkendara. Selama Ramadan, pola tidur sering berubah karena harus bangun sahur dan menjalankan ibadah malam.
Jika tidak diatur dengan baik, rasa kantuk berlebih hingga microsleep bisa terjadi di jalan. Kondisi ini sangat berbahaya karena pengendara bisa kehilangan kendali dalam hitungan detik.
3. Asupan yang Cukup Saat Sahur
Sahur berperan sebagai sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur atau mengonsumsi makanan tidak seimbang dapat membuat tubuh cepat lemas saat beraktivitas.
Pastikan asupan karbohidrat, protein, serat, serta cairan terpenuhi dengan baik. Tubuh yang terhidrasi optimal membantu menjaga daya tahan dan konsentrasi selama berkendara.
4. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap
Perlengkapan berkendara bukan sekadar formalitas. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu merupakan perlindungan utama saat terjadi risiko di jalan.
Selain melindungi tubuh, perlengkapan lengkap juga meningkatkan rasa percaya diri. Kenyamanan selama perjalanan pun lebih terjamin meski dalam kondisi berpuasa.
5. Jaga Jarak Aman
Menjaga jarak aman antar kendaraan menjadi hal krusial, terutama ketika kondisi tubuh tidak seprima biasanya. Jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat.
Disiplin menjaga jarak adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Langkah sederhana ini dapat mencegah tabrakan beruntun yang sering terjadi saat lalu lintas padat.
Agus Sani mengingatkan pengendara tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah terasa lelah. Beristirahat sejenak di tempat aman merupakan keputusan bijak demi keselamatan.
“Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadan,” kata Agus Sani.
Melalui penerapan lima poin ini diharapkan para pengguna sepeda motor tetap bisa menjalani aktivitas selama Ramadan dengan aman dan nyaman. Keselamatan berkendara bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.
Editor: Dani M Dahwilani