Honda, Yamaha, KTM dan Piaggio Bentuk Konsorsium Baterai Motor Listrik
JAKARTA, iNews.id - Empat pabrikan motor dunia menandatangani perjanjian pembuatan konsorsium baterai sepeda motor listrik yang dapat ditukar (SBMC). Keempat pabrikan tersebut adalah Piaggio Group (PIA.MI), Honda Motor Co Ltd, KTM AG dan Yamaha Motor Co Ltd.
Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari penandatanganan Surat Penawaran (Letter of Intent) pada 1 Maret 2021. Penandatanganan tersebut sekaligus sebagai komitmen dalam mendorong penggunaan secara massal kendaraaan listrik ringan, mulai dari moped, skuter, sepeda motor, sepeda motor roda tiga, hingga sepeda motor roda empat.
Mereka percaya ketersediaan baterai yang dikembangkan bersama dan dapat saling bertukar adalah kunci untuk pengembangan elektromobilitas. Tujuan yang mendasari konsorsium tersebut adalah agar ditemukannya solusi kekhawatiran customer terkait masa depan elektromobilitas, seperti jarak tempuh, waktu pengisian daya dan infrastruktur, serta biaya yang akan dikeluarkan.
Kepala Strategi dan Produk Piaggio Group, Michele Colaninno mengatakan mobilitas perkotaan sedang melalui masa transisi yang menantang menuju elektrifikasi. Berkat Konsorsium tersebut, yang diwakili empat brand global besar, sepeda motor akan terus memainkan peran penting dalam konteks perkotaan.
Baterai yang dapat ditukar memberikan jawaban yang tepat untuk mempercepat waktu pengisian ulang kendaraan yang menawarkan pilihan tambahan yang berharga bagi pengguna. "Mobilitas perkotaan adalah bagian dari DNA dan sejarah Piaggio. Tujuan kami adalah untuk membawa seluruh pengetahuan dan sikap teknologi kami untuk berinovasi kepada Konsorsium," ujarnya, usai penandatanganan, Senin (13/9/2021).
Chief Officer Motorcycle Operations, Honda Motor Co Ltd, Yoshishige Nomura menyebutkan Honda percaya adopsi sepeda motor listrik secara luas dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih berkelanjutan. Untuk itu, Honda merasa perlu menyelesaikan beberapa tantangan seperti memperluas jangkauan, mempersingkat waktu pengisian, dan menurunkan biaya kendaraan dan infrastruktur untuk meningkatkan kenyamanan bagi customer.
"Dalam Konsorsium yang telah kami buat, anggota pendiri dari industri sepeda motor dan pemangku kepentingan lainnya akan bekerja sama dalam menuju standarisasi baterai yang dapat ditukar, sistem pengisian daya, dan infrastruktur sekitarnya untuk menciptakan lingkungan bagi penggunaannya. Tujuan akhir kami adalah untuk memastikan bahwa sepeda motor akan terus dipilih sebagai metode transportasi yang berguna dalam mobilitas masa depan," kata Nomura.
Sistem baterai ini dapat ditukar untuk kendaraan bertegangan rendah (48V) hingga kapasitas 11kW, berdasarkan standar teknis internasional.
"Kami di Yamaha Motor yakin melalui inisiatif ini, kami dapat membantu menyatukan spesifikasi dan standar teknis yang berbeda dan berkontribusi untuk memaksimalkan manfaat tenaga listrik bagi customer di seluruh dunia," ujar Senior Executive Officer, Chief General Manager of Land Mobility Business Operations, Yamaha Motor Co Ltd, Takuya Kinoshita.
Editor: Dani M Dahwilani