Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Lini Smartwatch HUAWEI, Merek Smartwatch Nomor 1 di Dunia dengan Teknologi Manajemen Kesehatan dan Olahraga Terdepan
Advertisement . Scroll to see content

Huawei Bikin Motor Roda Tiga Listrik Pintar Seharga Rp27 Jutaan

Jumat, 06 November 2026 - 11:06:00 WIB
Huawei Bikin Motor Roda Tiga Listrik Pintar Seharga Rp27 Jutaan
Huawei memperluas penetrasi teknologi kendaraan listrik dengan menghadirkan sistem kokpit pintar HarmonyOS pada sepeda roda tiga listrik (e-trike) di China. (Foto: Weibo Liang Xiao Ping)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Huawei memperluas penetrasi teknologi kendaraan listrik dengan menghadirkan sistem kokpit pintar HarmonyOS pada sepeda roda tiga listrik (e-trike) di China. Kendaraan tersebut dibekali fitur canggih, mulai dari perintah suara hingga pengendalian kendaraan melalui ponsel pintar.

Langkah ini menandai ekspansi teknologi Huawei yang selama ini dikenal melalui industri mobil listrik atau New Energy Vehicle (NEV). Menariknya, Huawei tidak memproduksi kendaraan tersebut, melainkan bertindak sebagai penyedia teknologi, sementara desain, pengembangan, dan pemasaran ditangani Huaihai.

Dilasir dari Cars News China, E-trike pintar itu diperkenalkan dalam Konferensi Ekosistem HarmonyOS Huawei 2026 di Shenzhen, China. Kendaraan tersebut menjadi sepeda roda tiga pertama yang mendapatkan dukungan fungsi kokpit pintar dari Huawei.

Dalam acara tersebut, Huaihai juga memamerkan sertifikat dari Huawei yang menyatakan sistem pintar pada kendaraan kompatibel dengan perangkat lain dalam ekosistem HarmonyOS.

Teknologi ini memungkinkan pengendara menggunakan perintah suara untuk menjalankan sejumlah fungsi kendaraan. Selain itu, tersedia konektivitas dengan ponsel HarmonyOS yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur secara jarak jauh.

Melalui aplikasi khusus di ponsel, pemilik dapat melacak lokasi kendaraan, mengunci dan membuka pintu, hingga menjalankan diagnostik sistem. Pengendara juga disebut dapat memasukkan tujuan navigasi dan mengatur pendingin kabin melalui perintah suara.

Fitur tersebut selama ini lebih banyak ditemukan pada mobil listrik kelas menengah di China. Namun, perkembangan teknologi dan persaingan industri kendaraan listrik membuat sistem kokpit pintar semakin terjangkau.

Meski Huawei dan Huaihai belum mengumumkan harga resmi e-trike tersebut, model sepeda roda tiga listrik tertutup serupa di pasar China dijual sekitar 10.000 yuan atau setara 1.500 dolar AS atau Rp27.213.000 (kurs Rp18.142 per dolar AS)

Regulasi Buka Peluang Pasar Motor Roda 3 Pintar

Masuknya Huawei ke segmen ini tidak lepas dari perubahan regulasi kendaraan roda tiga listrik di China. Sebelumnya, kendaraan jenis tersebut berkembang di wilayah abu-abu hukum karena sebagian model tidak memerlukan registrasi maupun asuransi. Pengendaranya juga tidak diwajibkan memiliki SIM.

Kondisi tersebut membuat sepeda roda tiga listrik populer, terutama di kalangan lanjut usia yang membutuhkan kendaraan praktis untuk perjalanan jarak pendek di lingkungan tempat tinggal.

Namun, pengetatan aturan membuat kendaraan roda tiga tertutup kini masuk dalam kategori sepeda motor dan harus mengikuti ketentuan yang berlaku bagi kendaraan bermotor.

Perubahan regulasi tersebut membuka peluang bagi produsen besar untuk masuk ke pasar kendaraan roda tiga dengan menawarkan teknologi dan standar produk yang lebih modern.

Di China, sepeda roda tiga listrik tertutup umumnya digunakan untuk mobilitas jarak pendek. Kendaraan ini banyak mengandalkan baterai timbal-asam berkapasitas relatif kecil.

Sebagai gambaran, model dengan baterai 2,1 kWh dapat menempuh jarak sekitar 30 hingga 50 kilometer. Selain itu, pasar aksesori kendaraan roda tiga di China juga berkembang, mulai dari transmisi dua kecepatan, penambah jarak tempuh berbahan bakar bensin, pendingin udara, hingga pemanas kabin diesel.

Kolaborasi Huawei dan Huaihai memperlihatkan peluang baru dalam penerapan teknologi konektivitas di segmen kendaraan listrik berharga terjangkau. Namun, penerimaan konsumen terhadap fitur kokpit pintar tersebut masih menjadi tantangan, terutama jika teknologi tambahan membuat harga kendaraan semakin mahal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut