Jadi Tren, Ini Keistimewaan Motor Custom Chopper
JAKARTA, iNews.id - Motor chopper identik dengan kaum adam yang beraliran modifikasi ekstrem. Banyak yang mengistilahkan kata chopper dengan motor modifikasi atau custom menggunakan komstir menjulang, fork panjang serta kapasitas mesin yang bisa disesuaikan.
Lutfi Ardika, builder motor custom asal Kuningan, Jawa Barat ini mengatakan, penyebutan chopper sebagai aliran motor dirasa kurang tepat. Sebab ideologi chopper sebenarnya berasal dari kata ‘chop’ yang artinya potong atau pangkas.
“Sesuai namanya, chopper itu artinya memotong. Jadi selama motor itu kena potong di bagian sana sini sudah pasti chopper,” ujarnya saat dihubungi iNews.id, Minggu (21/1/2018).
Lantas, apa yang membuat chopper menjadi istimewa, sampai-sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini membeli salah satu chopper dari bengkel custom di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Keistimewaan motor chopper dibanding dengan motor custom lainnya ya hanya satu, perabotannya engga ada yang orisinil. Semua sparepart memang kita beli yang asli tapi dimodifikasi lagi supaya engga kelihatan aslinya," kata Lutfi.
Apabila menengok sejarah, chopper merupakan jenis motor custom yang mulai berkembang pada era 1950-an di California, Amerika. Ciri khas motor chopper yang paling nyata adalah menggunakan setang sekaligus fork panjang menjulang. Lalu, bagian belakang hard tail alias gak ada suspensi. Elemen ini menjadikan panampilannya terkesan ektrem dan menarik.
"Chopper berbeda dengan Harley maupun Royal Enfield. Walaupun sekilas mirip, bedanya ada pada stang dan garpu depan yang sengaja dibuat memanjang. Biasanya dipakai oleh orang-orang bertubuh tinggi/besar (bule), tapi karena penikmat chopper sudah semakin banyak, modifikasinya kemudian disesuaikan," jelas Lutfi.
Mendapatkan julukan motor ekstrem, pembuatannya pun juga sangat rumit. Mulai dari konsep, riset, mencari spare part, proses pengerjaan sampai bisa digunakan. Sehingga, memakan waktu sangat lama.
"Biasanya untuk membuat satu motor chopper, minimal menghabiskan waktu satu bulan. Itu juga tergantung konsumen ingin konsep chopper yang seperti apa. Semakin sulit konsepnya, pengerjaannya pun semakin lama," kata Lutfi.

Lutfi pun memberikan sedikit bocoran bahan dasar untuk membuat chopper. Pertama-tama adalah memakai bahan frame standar kemudian pada bagian back bone atau down tube bisa dikurangi jaraknya atau ditambahkan lagi untuk pemanjangan. Akan beda lagi bila builder membuat sendiri framenya sehingga minim terjadi pemotongan di tengah sasis.
Teknik ini diikuti pula dengan mengubah sudut komstir menjadi lebih dongak, mengganti tangki berdimensi lebih kecil, dan aplikasi fender belakang lebih pendek.
"Biasanya, para modifikator suka mengubah backbone dan tubing. Sasis berubah menjadi lebih dongak dan pendek, fork depan dari springer (HD 50-an ke bawah) diubah menjadi teleskopik dan dibuat makin panjang," paparnya.
"Dari dasar itulah yang membuat chopper begitu istimewa di mata para penggemarnya," tandas Lutfi.
Editor: Dani M Dahwilani