Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masalah Kelistrikan Sering Terjadi pada Motor, Kenali Tandanya Sebelum Terlambat
Advertisement . Scroll to see content

Kesalahan Bongkar Pasang Motor, Jangan Anggap Sepele Bisa Picu Kerusakan Serius

Sabtu, 12 September 2026 - 19:43:00 WIB
Kesalahan Bongkar Pasang Motor, Jangan Anggap Sepele Bisa Picu Kerusakan Serius
Kesalahan saat bongkar pasang motor bisa memicu berbagai kerusakan, mulai dari baut slek, kebocoran oli hingga komponen cepat aus.  (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kesalahan saat bongkar pasang motor bisa memicu berbagai kerusakan, mulai dari baut slek, kebocoran oli hingga komponen cepat aus. Kebiasaan mengotak-atik kendaraan sendiri tanpa alat dan prosedur yang tepat justru dapat membuat biaya perbaikan semakin besar.

Banyak pemilik sepeda motor memilih melakukan perawatan atau modifikasi sendiri di rumah. Cara tersebut sebenarnya dapat dilakukan untuk pekerjaan ringan, tetapi perlu memahami fungsi komponen dan prosedur pemasangannya.

Sepeda motor memiliki berbagai sistem yang saling berkaitan, seperti mesin, kelistrikan, bahan bakar, transmisi, suspensi dan pengereman. Kesalahan pada satu bagian dapat memengaruhi kinerja komponen lainnya.

Dilansir dari laman Suzuki, Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan alat yang tidak sesuai. Kunci yang ukurannya tidak tepat dapat membuat kepala baut aus atau ulir mengalami kerusakan.

Pada komponen tertentu, pemilik juga membutuhkan alat khusus agar proses pelepasan dan pemasangan tidak merusak bagian lain. Memaksakan komponen yang sulit dilepas justru dapat menimbulkan kerusakan tambahan.

Kesalahan berikutnya adalah tidak memperhatikan urutan pembongkaran. Komponen seperti cover bodi, sistem CVT motor matik, kelistrikan, karburator, sistem injeksi hingga bagian mesin memiliki posisi pemasangan masing-masing.

Jika pemasangannya keliru, komponen bisa terbalik, tidak terkunci sempurna atau bahkan tertinggal. Kondisi tersebut dapat membuat motor tidak bekerja secara normal meskipun seluruh bagian terlihat sudah terpasang.

Pemilik motor juga tidak boleh mengabaikan tingkat kekencangan baut. Baut yang terlalu kencang dapat merusak ulir dan memberikan tekanan berlebih, sedangkan baut yang terlalu longgar dapat menimbulkan getaran atau membuat komponen terlepas saat motor digunakan.

Pada bagian penting seperti mesin, suspensi, rem dan sistem kemudi, tingkat kekencangan baut sebaiknya mengikuti standar yang ditentukan pabrikan.

Jangan Abaikan Seal dan Gasket

Kesalahan saat bongkar pasang motor juga dapat terjadi ketika pemilik menggunakan kembali seal atau gasket yang sudah tidak layak. Padahal, komponen tersebut berfungsi mencegah kebocoran oli maupun cairan lainnya.

Seal atau gasket yang rusak, berubah bentuk atau sudah kehilangan elastisitas dapat menyebabkan kebocoran setelah komponen dipasang kembali. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Kebersihan komponen juga perlu diperhatikan. Debu, kotoran atau serpihan kecil yang masuk ke sistem tertentu dapat mengganggu kinerja komponen dan mempercepat keausan.

Bongkar Pasang Terlalu Sering Bisa Jadi Bumerang

Terlalu sering membongkar dan memasang kembali komponen tanpa kebutuhan yang jelas juga dapat mempercepat keausan. Baut, klip, seal dan dudukan komponen dapat mengalami penurunan kondisi jika terus dibuka dengan prosedur yang tidak tepat.

Perbaikan yang awalnya ditujukan untuk menyelesaikan masalah kecil bahkan bisa memunculkan kerusakan baru. Kesalahan pemasangan dapat membuat pemilik harus mengganti komponen tambahan dan mengeluarkan biaya lebih besar.

Risiko paling serius berkaitan dengan keselamatan. Kesalahan pada sistem pengereman, suspensi atau kemudi dapat memengaruhi pengendalian motor dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, pemilik motor sebaiknya menggunakan manual servis ketika melakukan perawatan sendiri. Foto setiap tahap pembongkaran juga dapat membantu memastikan seluruh komponen kembali ke posisi semula.

Pekerjaan ringan seperti mengganti oli atau busi masih dapat dilakukan sendiri jika pemilik memahami prosedurnya. Namun, untuk pekerjaan yang berkaitan dengan mesin bagian dalam, kelistrikan kompleks, sistem injeksi, transmisi atau komponen keselamatan, sebaiknya diserahkan kepada mekanik berpengalaman.

Dengan menggunakan alat yang tepat dan mengikuti prosedur perawatan, risiko kerusakan akibat bongkar pasang motor dapat diminimalkan. Motor pun tetap aman digunakan dan komponen dapat memiliki usia pakai yang lebih optimal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut