Komunitas Motor dari Berbagai Genre Flat Track hingga Chopper Tumplek di Kustomfest 2026
JAKARTA, iNews.id - Komunitas motor dari berbagai aliran tumplek di Kustomfest 2026, Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026. Mulai dari penggemar flat track yang memacu motor di lintasan tanah, komunitas skuter matik yang mengekspresikan diri lewat modifikasi, hingga pencinta motor klasik dan chopper, mereka membawa identitas masing-masing dalam satu perayaan kultur roda dua.
Salah satu komunitas yang hadir adalah Surabaya Main Tanah. Komunitas ini tumbuh dari kecintaan terhadap motor custom dan dirtbike, kemudian berkembang menjadi salah satu penggerak kultur flat track di Surabaya.
Aktivitas mereka tidak hanya berfokus pada berkendara di lintasan tanah. Surabaya Main Tanah juga mengembangkan ruang latihan dan kompetisi flat track yang dapat diikuti penggemar motor, termasuk mereka yang baru ingin mengenal olahraga tersebut.
Perkembangan komunitas ini tidak terlepas dari peran Haris Fatchurohman, pendiri Manasi Ride dan Smokebelt Garage. Manasi Ride bermula dari gagasan mlaku nang Suroboyo isuk, yang berarti berkendara bersama pada pagi hari di Surabaya.
Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi gerakan komunitas yang membangun jejaring di lingkungan custom motorcycle. Dari ekosistem itu, muncul berbagai komunitas dengan karakter tersendiri, termasuk Surabaya Main Tanah.
Karakter berbeda terlihat pada Kalcer Skuter. Komunitas asal Jakarta ini menjadikan skuter matik sebagai media untuk mengekspresikan identitas melalui modifikasi yang terinspirasi budaya populer atau pop culture.
Pilihan warna, desain, dan konsep modifikasi menjadi bagian dari karakter setiap motor. Kalcer Skuter juga terbuka bagi pemilik berbagai merek dan model skuter matik yang ingin menampilkan gaya personal melalui kendaraannya.
Sementara itu, Gigas Rockers mewakili penggemar motor bergaya klasik dan chopper. Aliran ini menonjolkan karakter desain, keterampilan pengerjaan atau craftsmanship, serta identitas yang lekat dengan tradisi custom motorcycle.
Ketiga komunitas tersebut menunjukkan bagaimana kultur sepeda motor berkembang melalui beragam pendekatan. Ada yang menitikberatkan kemampuan berkendara di lintasan, ada yang mengutamakan ekspresi visual, dan ada pula yang mempertahankan karakter motor klasik.
Selain komunitas motor, kolaborasi Repsol di Kustomfest 2026 melibatkan Sandy Aritonang, yang dikenal dengan nama Gas Cari Angin. Content creator sekaligus petouring ini dikenal lewat perjalanan sepeda motor lintas negara dengan jarak tempuh puluhan ribu kilometer.
Pengalamannya tidak terbatas pada perjalanan jarak jauh. Pada 2026, Sandy juga berpartisipasi dalam Asia Cross Country Rally bersama Webike Asia Rally Team menggunakan Honda CRF250L. Dia menyelesaikan sejumlah leg dalam kompetisi tersebut dengan hasil kompetitif.
Keterlibatan Sandy menjadi bagian dari kolaborasinya dengan Repsol pada segmen Explorer di ajang tersebut. Segmen ini merepresentasikan kebutuhan pengendara yang gemar menjelajahi berbagai medan dan berkendara di luar rute sehari-hari.
“Melalui New Range Series dan kolaborasi dengan berbagai komunitas, kami ingin menunjukkan pihaknya tidak hanya hadir untuk satu jenis kendaraan atau satu jenis pengendara. Kami melihat begitu banyak karakter dalam kultur otomotif Indonesia, dan masing-masing memiliki cara sendiri dalam menikmati motor mereka,” ujar Head of Marketing Asia Pacific Repsol, Alejandro Werd Alonso dalam keterangan pers dilansir (15/10/2026).
Dia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Repsol menjangkau lebih banyak segmen otomotif sekaligus membangun hubungan dengan komunitas di Indonesia.
Keberagaman yang terlihat di Kustomfest 2026 memperlihatkan kultur roda dua tidak hanya berkaitan dengan jenis kendaraan. Aktivitas di lintasan, modifikasi skuter, pembangunan motor klasik, hingga perjalanan lintas negara menjadi bagian dari cara pengendara menyalurkan minat mereka terhadap sepeda motor.
Editor: Dani M Dahwilani