Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terkait Keamanan, Ini Alasan Motor Listrik Polytron Pilih Gunakan Baterai LFP
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Bakal Standarisasi Baterai Motor Listrik, Begini Tanggapan Honda

Minggu, 31 Desember 2023 - 20:07:00 WIB
Pemerintah Bakal Standarisasi Baterai Motor Listrik, Begini Tanggapan Honda
Apabila aturan standarisasi baterai motor listrik berlaku, Honda harus melakukan beberapa penyesuaian. (Foto: Fadli)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah akan segera mengeluarkan regulasi mengenai standarisasi baterai motor listrik. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, khususnya roda dua.

Standarisasi baterai meliputi jenis, kapasitas, bentuk dan ukuran. Ini membuat setiap produsen motor listrik harus menyesuaikan lagi sistem penyimpanan baterai pada produk yang mereka pasarkan.

Sementara Honda saat ini memproduksi baterai sendiri untuk motor listrik yang mereka pasarkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Apabila aturan standarisasi baterai berlaku, maka mereka harus melakukan beberapa penyesuaian.

Marketing Director PT AHM, Octavianus Dwi Putro mengatakan, pihaknya mendukung penuh regulasi yang dikeluarka pemerintah. Menurutnya, hal tersebut untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen.

“Kita akan ikutin pemerintah. Tapi kembali sudut pandangnya konsumen, kita akan kasih opsi ke konsumen saja nanti kita akan ikutin saja,” ujar Octa saat ditemui di Cikarang, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan aasan Honda memproduksi baterai sendiri untuk memangkas ongkos produksi dan memudahkan konsumen. Ini juga dilakukan untuk mempermudah dalam mendesain produk yang akan mereka pasarkan.

Mengenai kapasitas baterai, Octa menegaskan hal tersebut berdasarkan hasil survey penggunaan kendaraan roda dua di perkotaan. Tapi, Honda juga telah mempersiapkan stasiun penukaran baterai bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

“Tergantung kebutuhan konsumen, kalau dia butuh sehari lebih dari 100 km rasanya nunggu charge dulu lama. Tapi kalau dia yang daily use masih bisa dijangkau nanti malam saja charge-nya,” ucapnya.

“Rasanya swap ini bukan menjadi pilihan karena baterai dituker-tuker, sebagai konsumen kan sesuatu yang masih mungkin harus dijelaskan,” ujar Octa.

Honda sendiri memberikan jaminan garansi selama dua tahun untuk seluruh komponen elektrik, seperti baterai dan motor penggerak. Sementara untuk rangka mendapat garansi 5 tahun seperti motor Honda lainnya.

“Jangan khawatir, di baterai ada garansinya 2 tahun. Tapi untuk tahap awal extended 1 tahun, jadi garansi baterai 3 tahun,” kata Octa.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut