Sejarah Triumph, Lahir di Abad Ke-18 Sempat Mati Kini Dihidupkan Kembali
LONDON, iNews.id - Triumph Motor Company adalah salah satu perusahaan otomotif tertua asal Inggris. Pada 1885, sang pendiri, Siegfried Bettmann, berinisiatif mengimpor sepeda dari Eropa dan menjualnya dengan merek dagang sendiri.
Pada 1887, nama Triumph dipatenkan. Pada 1889, bersama rekannya Moritz (Maurice) Schulte, Bettmann mulai memproduksi sepeda buatannya di Coventry, Inggris.
Pada 1897, perusahaan mengganti namanya untuk kesekian kali menjadi Triumph Siklus Co Ltd. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1902-an, perusahaan ini memulai produksi pembuatan motor berlabel Triumph.

Pada 1907, mereka membuka area baru untuk tempat produksinya di Priority Street. Produksi utamanya adalah membuatan motor model H 550 cc untuk Angkatan Darat Inggris selama Perang Dunia I.
Langkah tersebut menjadikan Triumph produsen motor terbesar di daratan Britania Raya.
Kemudian pada 1921, Bettmann mengakuisisi aset dan bangunan Clay Lane dari Dawson Car Company, dan memulai usaha produksi jenis mobil tipe mesin 1,4 liter bernama Triumph 10/20, yang sebenarnya dirancang oleh Lea-Francis.
Produksi mobil lainnya diluncurkan pada 1934, yang diberi nama Triumph Super 7. Pada saat itu penjualan mobil tersebut mencapai angka cukup fantastis.
Sebelum nama Triumph perlahan menghilang, produk terakhir buatan Triumph adalah Acclaim yang diperkenalkan pada 1981. Pada 1984 menjadi akhir dari perjalanan perusahaan.
Hingga akhirnya pada 2007, Triumph bangkit dari kematiannya. Tetapi kali ini merek tersebut di bawah naungan BMW. Phoenix Concortium juga sempat mencoba membeli merek Triumph dari BMW, namun BMW menolak dan tetap mempertahankannya hingga saat ini.
Editor: Dani M Dahwilani