Sensasi Berkendara Pakai Replika Motor Joko Widodo
JAKARTA, iNews.id - Di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, terdapat tiga motor milik tiga Presiden Indonesia. Ketiga motor tersebut yakni Suzuki Intruder 400 milik Soeharto, Harley-Davidson Road Glide Screamin Eagle kepunyaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kawasaki W175 Custom milik Joko Widodo (Jokowi).
Nah, iNews.id berkesempatan untuk mencoba riding menggunakan motor orang nomor satu di Indonesia tersebut. Sayangnya, bukan salah satu dari tiga motor itu, melainkan replika motor Chopperland milik Jokowi.
Berbeda dengan motor kustom milik Jokowi, Chopperland yang kami tes, menggunakan mesin Yamaha Scorpio 225 cc. Sementara, motor asli presiden ketujuh itu menggunakan mesin Royal Enfield Bullet 350 cc.
First impression saat menunggangi motor ini yakni posisi berkendara yang nyaman. Lantaran motor ini kustom, tidak semua orang yang menaiki motor ini, merasakan kenyamanan yang sama.
Selain posisi berkendaranya, rasa nyaman yang kami rasakan juga berasal dari jok yang empuk. Joknya cukup tebal dan seharusnya dibuat sesuai dengan posisi berkendara yang nyaman untuk sang pemilik.
Kemudian kami mencoba membawanya berkeliling area lapangan JIExpo, Kemayoran yang berjarak kira-kira satu kilometer sebanyak dua kali. Dengan konsep vintage, chopperland ini tidak mengadopsi suspensi belakang atau biasa disebut rigid.
Maka itu, jangan harap mendapatkan kenyamanan saat melewati jalanan rusak atau polisi tidur. Lagi-lagi, rasa nyamannya dibantu dengan tempat duduk yang empuk dan tebal.
"Yang kami tawarkan adalah rasa vintage style-nya chopper rigid. Berbeda jika kita memodifikasikasi dengan model retro modern, itu pasti pakai suspensi," kata Veroland, perwakilan Kickass Chopper, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini
Soal tenaga, sepertinya motor ini cukup atraktif saat dibawa 'berlari'. Mungkin karena basic mesin dari Yamaha Scorpio yang memang sudah teruji performanya di jalanan.
Kesimpulannya, meski bukan motor asli milik Jokowi, namun kita sudah bisa mengira-ngira bagaimana sensasi berkendara diatas motor berkelir emas ini.
Jujur, yang kami rasakan saat menunggangi motor ini, tingkat kegantengan kami bertambah 100 persen dan orang sekitar selalu melirik saat kami lewat.
Editor: Adhityo Fajar