5 Kendaraan Niaga Ringan Terlaris di Indonesia, Ada Rajanya Pikap
JAKARTA, iNews.id – Mobil produksi lokal Indonesia menyumbang kontribusi besar untuk penjualan kendaraan di Tanah Air, termasuk mobil niaga. Lantas, mobil niaga apa yang paling laris sepanjang 2022?
Dihimpun dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan pasar otomotif nasional tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 18,1 persen, yakni dari 887.202 unit menjadi 1.048.040 unit. Itu merupakan angka secara whole sales atau dari pabrik ke dealer.
Sementara penjualan secara retail atau dari dealer ke konsumen, disebutkan angkanya juga ikut meningkat 17,4 persen dari 863.348 unit di 2021 menjadi 1.013.582 unit di 2022.
Mobil niaga rakitan Suzuki Carry Pick Up (Pikap) berhasil dominan dengan menyumbangkan angka 55.386 unit sepanjang tahun lalu. Mobil yang dijuluki ‘Rajanya Pick Up’ ini memimpin pangsa pasar mini pick up dengan angka 52 persen.
“Bertambahnya kebutuhan dan aktivitas atau munculnya usaha baru yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, membuat penjualan Suzuki meningkat di tahun ini,” kata Randy R. Murdoko, asst. to dept. head 4W sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam siaran pers yang diterima iNews.id.
Tak hanya itu, pada kategori kendaraan niaga berjenis pick-up secara keseluruhan, market share penjualan ritel New Carry juga berkontribusi sebagai yang terbesar yaitu 33% dari total penjualan ritel kendaraan niaga jenis pick-up sebesar 156.271 unit.
“Dengan adanya pencapaian penjualan ini, kami ingin berterima kasih kepada pelanggan setia Suzuki yang mempercayakan mobil Suzuki untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ujar Randy.
Sementara untuk para kompetitor di kelas kendaraan niaga ringan posisi kedua ditempati Daihatsu Gran Max Pick Up dengan angka 48.856 unit. Diikuti Mitsubishi L300 di posisi ketiga dengan angka penjualan mencapai 21.441 unit.
Untuk kendaraan niaga ringan di segmen double cabin ada Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton. Toyota Hilux lebih laris dengan penjualan mencapai 16.555 unit dibanding Triton dibawah sepuluh ribu. Mitsubishi Triton hanya mampu menorehkan angka 9.493 unit sepanjang tahun lalu.
Editor: Ismet Humaedi