BMW Tawarkan Pesangon hingga Rp13 Miliar, Karyawan Berebut Mundur
JAKARTA, iNews.id - BMW menawarkan paket pesangon fantastis hingga lebih dari 650.000 euro atau sekitar Rp13 miliar (kurs Rp18.076,90 per dolar AS) kepada sejumlah karyawan yang bersedia mengundurkan diri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya produsen mobil asal Jerman tersebut memangkas 8.000 pekerjaan hingga akhir 2027.
Besarnya tawaran pesangon tersebut menarik perhatian banyak karyawan. Bahkan, portal internal BMW dilaporkan mengalami gangguan setelah perusahaan mengirimkan penawaran kepada puluhan ribu pegawainya.
Mengutip laporan Handelsblatt, BMW mengirimkan email kepada karyawan pada pekan lalu yang berisi tautan menuju portal untuk melihat tawaran pesangon. Sejumlah pegawai dilaporkan mendapat penawaran dengan nilai mencapai enam digit euro untuk mengakhiri hubungan kerja dengan perusahaan.
Besaran pesangon yang ditawarkan berbeda-beda, bergantung pada usia, masa kerja, dan gaji masing-masing karyawan. Mereka yang menerima tawaran tersebut dapat memilih pencairan sekaligus, pembayaran bertahap, atau mengalokasikan sebagian dana ke rekening tabungan pensiun maupun polis asuransi.
BMW juga menawarkan dua pilihan tanggal pengunduran diri bagi karyawan yang menyepakati paket pesangon tersebut.
Karyawan yang meninggalkan perusahaan sebelum 31 Maret 2027 berhak mendapatkan tambahan bonus yang disebut Turbo Bonus. Namun, nilai bonus tersebut tidak diungkapkan secara terbuka.
Sementara itu, karyawan yang memilih keluar sebelum 31 Oktober 2027 tetap dapat menerima paket pesangon, tetapi tidak memperoleh bonus tambahan tersebut.
Handelsblatt juga melaporkan bahwa karyawan yang berusia 55 tahun pada 31 Oktober 2027 berpotensi mengakses program pensiunan BMW. Program ini memberikan sejumlah keuntungan, termasuk penawaran khusus karyawan untuk pembelian mobil BMW baru maupun bekas.
Pegawai dengan jabatan tinggi juga berpeluang membeli mobil perusahaan yang selama ini mereka gunakan.
Tingginya minat terhadap program tersebut membuat BMW harus memprioritaskan pernyataan minat dari karyawan sebelum menentukan siapa yang akan menerima tawaran dan berapa nilai pesangon yang diberikan.
BMW Ingin Hemat Rp20 Triliun per Tahun
Besarnya pesangon yang ditawarkan tidak terlepas dari ambisi BMW memangkas biaya operasional. Pengeluaran untuk gaji dan tenaga kerja menjadi salah satu komponen biaya besar yang ingin dikendalikan perusahaan.
CEO BMW Milan Nedeljković menargetkan penghematan sebesar 1 miliar euro atau sekitar 1,12 miliar dolar AS (Rp20 triliun) setiap tahun mulai 2028.
Penghematan tersebut diharapkan membantu meningkatkan margin operasi perusahaan dari sekitar 3 persen menjadi 5 persen pada 2028. Dalam jangka panjang, BMW menargetkan margin operasi mencapai 8-10 persen pada awal 2030-an.
Nedeljković ditunjuk sebagai CEO baru BMW pada Desember 2025 dan mulai menggantikan Oliver Zipse pada Mei 2026. Di bawah kepemimpinannya, BMW juga menyiapkan peluncuran puluhan model baru dan pembaruan kendaraan.
Perusahaan menargetkan total 40 mobil baru atau model yang diperbarui hingga akhir 2027. Sejumlah model yang telah diumumkan antara lain BMW i3 generasi terbaru dan BMW Seri 3 terbaru.
Strategi pengurangan tenaga kerja dan pengembangan produk baru tersebut menjadi bagian dari upaya BMW menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan industri otomotif global.
Editor: Dani M Dahwilani