Deretan Negara Pembeli Bus Indonesia, dari Laos hingga Arab Saudi
JAKARTA, iNews.id – Perusahaan karoseri asal Indonesia dikenal memiliki kualitas tinggi. Wajar beberapa negara luar pun mengandalkan produk karoseri bus dari Indonesia.
Penasaran negara mana saja itu? Berikut ini adalah daftarnya, seperti dilansir dari tayangan YouTube, Selasa (2/5/2023).
1. Laos

Di urutan pertama ada negara Laos. Negara ini tercatat pernah membeli empat unit bus dari karoseri asal Ungaran, Jawa Tengah, Laksana dengan bodi Legacy SR3 Series pada Agustus 2022 lalu.
Laksana mengekspor armada terbatunya tersebut dengan standar R6 sesuai standar internasional. Di mana rangka bus harus tahan dari kerusakan fatal jika suatu saat terguling.
2. Bangladesh

Bangladesh juga menjadi negara yang membeli bus buatan Indonesia. Pada 2018 lalu, Bangladesh membeli bus tingkat Legacy SR2 Double Decker buatan Laksana.
Untuk diketahui, Bangladesh sebenarnya bukan hanya menjadi negara yang membeli bus buatan Indonesia, tapi juga negara penjiplak desain bus-bus di Indonesia yang nyaman dan kaya warna.
3. Republik Fiji

Negara selanjutnya yang masuk dalam list negara yang membeli bus buatan Indonesia adalah Republik Fiji. Bus dari karoseri Laksana berhasil mengaspal di jalan-jalan negara tersebut.
Karoseri Laksana telah mengirim bus buatannya ke Republik Fiji sebanyak ratusan unit. Bus-bus Laksana sudah masuk ke negara itu sejak 2010 silam dan bahkan salah satunya menjadi bus timnas negara tersebut.
4. Timor Leste

Negara yang dulu merupakan bagian dari Indonesia rupanya juga pernah membi bus buatan Indonesia. Timor Leste sejak tercatat beberapa kali membeli bus dari karoseri Laksana.
Negara itu membeli armada Laksana dengan bodi Legacy SR2 single glass atau kaca tunggal. Yang mana bus satu ini menawarkan pemandangan yang luas kepada penumpang.
5. Arab Saudi

Pada 25 tahun yang lalu tepatnya 1998, Indonesia pernah mengekspor bus ke Arab Saudi dengan jumlah yang fantastis. Tak tanggung-tanggung, sebanyak ratusan unit bus dikirim ke negara bercuaca panas tersebut.
Kala itu Indonesia mengirim bus buatan sendiri dengan nama bus Perkasa. Ini merupakan bus dengan sasis buatan PT Wahana Perkasa yang merupakan anak perusahaan dari Group Taxmaco.
Editor: Ismet Humaedi