Honda Beberkan Penyebab Penjualan Sepeda Motor Anjlok

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 18:23:00 WIB
Honda Beberkan Penyebab Penjualan Sepeda Motor Anjlok
Banyak faktor yang menyebabkan penjualan motor turun di tengah Covid-19, di antaranya PSBB, kondisi ekonomi, harga komoditas, perusahaan pembiayaan. (Foto: Dok/AHM)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengoreksi target penjualan motor nasional tahun ini dari 4,6 juta unit menjadi 3,6-3,9 juta unit atau turun 40-45 persen di tengah pandemi Covid-19. Apa penyebab utama penurunan penjualan motor ini?

Executive Vice President PT Astra Honda Motor (AHM) yang juga Ketua AISI, Johannes Loman mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan penjualan motor kontraksi. Salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah yang terdampak Covid-19.

"Pada saat PSBB diberlakukan operasional dealer tutup. Kondisi ini berpengaruh pada penjualan. Untuk menopang penjualan Honda memaksimalkan layanan digital, baik melalui web maupun mobile," ujarnya, dalam video conference, Kamis (11/6/2020).

Johannes menuturkan faktor berikutnya adalah kondisi ekonomi yang melambat akibat banyak sektor usaha dan aktivitas bisnis tutup. Ekonomi global juga kurang baik sehingga memengaruhi ekspor dan impor.

"Faktor lainnya, harga komoditas, seperti minyak sebagai menopang industri," katanya.

Dia menyatakan faktor utama lain yang memengaruhi penjualan sepeda motor adalah sikap kehati-hatian lembaga pembiayaan dalam memberikan kredit kendaraan. "Ini wajar karena perekonomian kurang baik. Mereka lebih berhati-hati dengan menaikkan down payment (DP) minimal 15-20 persen, bahkan ada yang lebih dari itu," ujarnya.

Diketahui, pangsa pasar sepeda motor Honda 65-70 persen didukung lembaga pembiayaan atau kredit. Tak heran, pengetatan pembiayaan sangat berpengaruh pada penjualan motor Honda.


Editor : Dani Dahwilani