Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia
Advertisement . Scroll to see content

KAI Catat Layani 258,99 Juta Perjalanan Sepanjang Semester Pertama 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 18:04:00 WIB
KAI Catat Layani 258,99 Juta Perjalanan Sepanjang Semester Pertama 2026
KAI Group mencatat telah melayani sebanyak 258,99 juta perjalanan sepanjang semester pertama 2026. (Foto: Instagram Kerata Api)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - KAI Group mencatat telah melayani sebanyak 258,99 juta perjalanan sepanjang semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

"Dari perjalanan harian, antarkota, bandara, hingga wisata, beragam layanan berbasis rel terus menghubungkan masyarakat dengan tempat kerja, sekolah, keluarga, dan berbagai kesempatan. Terima kasih telah mempercayakan perjalananmu bersama KAI Group," tulis akun Instagram Kereta Api Kita, dikutip Senin (20/7/2026).

Selain mencatat pertumbuhan jumlah perjalanan, KAI juga terus memperkuat layanan yang lebih inklusif. Transportasi publik dinilai tidak hanya harus mampu mengantarkan penumpang ke tujuan dengan aman dan tepat waktu, tetapi juga dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.

Akademisi sekaligus Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, mengatakan inovasi layanan merupakan bagian penting dalam pengembangan transportasi publik. Menurut dia, aspek inklusivitas menjadi salah satu indikator utama kemajuan layanan transportasi.

"Layanan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik," katanya.

Djoko menilai layanan transportasi publik di Indonesia sudah mampu bersaing dengan sejumlah negara maju. Pengalaman studi banding ke luar negeri juga menunjukkan Indonesia telah menghadirkan standar layanan yang kompetitif.

"Jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, layanan transportasi publik Indonesia sudah mampu bersaing. Pengalaman studi banding ke luar negeri juga memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan standar layanan yang kompetitif," katanya dalam podcast Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia.

Pandangan serupa disampaikan travel content creator Taufik Effendi yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara. Menurut dia, kualitas perjalanan saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan atau ketepatan waktu, tetapi juga pengalaman yang dirasakan pelanggan sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.

Taufik mengatakan perjalanan kini telah menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Penumpang tidak hanya menikmati pemandangan, makanan, maupun pelayanan, tetapi juga menginginkan rasa aman, nyaman, dan kemudahan selama berada di dalam kereta.

Menurutnya, pengalaman tersebut justru dibentuk oleh berbagai detail kecil yang sering kali luput dari perhatian.

"Banyak yang bisa dinikmati selama perjalanan. Orang sekarang bukan hanya melihat tujuan akhirnya, tetapi juga menikmati pengalaman selama berada di kereta. Hal-hal seperti pelayanan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri," katanya dalam podcast Kenapa Video Naik Kereta Bisa Ditonton Jutaan Orang?.

Berbagai fasilitas ramah penyandang disabilitas dan kelompok berkebutuhan khusus bukan sekadar memenuhi standar pelayanan, tetapi juga menjadi wujud bahwa setiap pelanggan memiliki hak yang sama untuk menikmati perjalanan dengan nyaman. Pendekatan tersebut membuat transformasi KAI tidak hanya terlihat dari modernisasi layanan, tetapi juga kemampuannya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi beragam kebutuhan masyarakat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut