Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengamat Dukung MBG Lanjut saat Ramadhan, Dorong Pemenuhan Nutrisi-Perputaran Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Waspadai Aksi Copet di Musim Mudik Lebaran, Ini 3 Kode yang Biasa Dilakukan Sopir Bus

Rabu, 19 April 2023 - 22:26:00 WIB
Waspadai Aksi Copet di Musim Mudik Lebaran, Ini 3 Kode yang Biasa Dilakukan Sopir Bus
Kejahatan seperti aksi copet biasa terjadi di dalam bus atau terminal. (Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tindakan kriminal di musim mudik Lebaran perlu diwaspadai. Apalagi bagi pemudik yang menggunakan transportasi umum seperti bus.

Kejahatan seperti aksi copet biasa terjadi di dalam bus atau terminal. Namun perlu diketahui, sebenarnya sopir suka memberikan kode tersendiri jika di dalam armada yang dikemudikan terdapat copet. 

Beberapa kode yang biasa digunakan sopir bus untuk meningkatkan kewaspadaan bagi orang awak sulit dibaca. Makanya, Anda harus tahu kode-kode dari sopir bus ini.

Lantas apa saja itu? Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (19/4/2023), berikut kode sopir bus ketika ada copet masuk ke dalam kendaraan. 

1. Mengemudi secara kasar dan menyalakan musik keras-keras

Kode pertama yang biasa digunakan sopir bus ketika ada copet adalah dengan mengemudi secara kasar dan menyalakan musik keras-keras. Ini dilakukan sopir untuk membuat penumpang tidak nyaman sehingga bisa meningkatkan kewaspadaan.

Penumpang yang tertidur pulas tentu akan terbangun ketika bus dikendarakan secara kasar terlebih jika sopir sudah mulai mengendarai bus secara zigzag. Sementara musik yang dinyalakan keras-keras bisa mengganggu kenyamanan saat tidur.

2. Menghidupkan lampu kabin

Menghidupkan lampu kabin juga bisa dijadikan kode oleh sopir bus untuk penumpang yanh berpotensi jadi korban pencopetan. Menghidupkan lampu kabin memang sebenarnya pasti dilakukan sopir bus ketika kondektur keliling di dalam kabin untuk memeriksa tiket penumpang.

Ketika sopir bus menghidupkan lampu kabin sementara tidak ada kegiatan kondektur yang sedang keliling, maka itu merupakan kode ada copet. Menyalakan lampu kabin akan membuat penerangan di dalam bus menjadi lebih jelas sehingga gerak gerik yang mencurigakan bisa diketahui.

3. Berhenti meski belum sampai di tempat tujuan

Terakhir, sopir memberikan kode yang tak biasa, yakni menghentikan bus di tempat yang bukan tujuan. Menghentikan bus tentunya akan membuat penumpang terjaga sehingga kewaspadaan mereka bisa meningkat.

Beberapa sopir bahkan akan menghentikan laju busnya di depan kantor polisi. Ini pernah dilakukan PO Haryanto yang diceritakan Ryan Mahendra saat masih menjabat sebagai direktur operasional perusahaan.

“Biasanya, sopir akan langsung mengarahkan bus ke kantor polisi. Atau, ketika sopir memang sudah yakin banget, maka dia dan kru akan menggeledah dan si copet dan segera diturunkan dari bus,” ucapnya.

Editor: Ismet Humaedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut