Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
7 Buku tentang BJ Habibie, Nomor 5 Kisahkan Detik-Detik Paling Menentukan
Advertisement . Scroll to see content

7 Buku tentang BJ Habibie, Nomor 5 Kisahkan Detik-Detik Paling Menentukan

Sabtu, 21 September 2019 - 09:44:00 WIB
7 Buku tentang BJ Habibie, Nomor 5 Kisahkan Detik-Detik Paling Menentukan
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id – Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie telah pergi menghadap Sang Pencipta. Namun, kenangan tentang sosok dan keteladannya hidup dalam benak masyarakat Indonesia.

Presiden Joko Widodo menyebut BJ Habibie sebagai negarawan sejati. Mantan menteri negara riset dan teknologi itu selalu mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan, iman dan takwa harus menyatu, tidak bisa dipisahkan.

”Selamat jalan Mr Crack, selamat jalan Sang Pionir. Kami akan selalu ingat pesanmu, jangan terlalu banya diskusi, jangan cengeng, tapi terjunkan diri ke proses nilai tambah secara konsisten, pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan di dunia," ujar Jokowi saat memimpin upacara pemakaman BJ Habibie di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).” kata Jokowi.

BJ Habibie wafat di RSPAD pada Rabu (11/9/2019) petang pukul 18.05 WIB. Mantan Kepala BPPT itu sebelumnya dirawat karena usia menua. Habibie berpulang dalam usia 83 tahun.

Kenangan tentang Habibie tidak hanya lekat dalam hati keluarga, sahabat, kolega maupun masyarakat Indonesia, namun akan selalu abadi. Sepak terjang ilmuwan jenius penemu teori keretakan pesawat itu telah terpatri dalam berbagai buku.

Kisah hidup, cinta, keteladanan dan pemikiran tentang BJ Habibie bertebaran dalam ratusan buku, jurnal maupun esai. Mereka yang mengguratkan cerita itu mulai dari akademisi, jurnalis hingga penulis buku.

Berikut 7 di antaranya:

1. Habibie & Ainun.
Habibie & Ainun merupakan buku karya almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie yang diterbitkan pada 2010. Buku ini mengisahkan perjalanan cinta dan kehidupan Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari atau Ainun Habibie.

Buku ini kemudian diangkat dalam film layar lebar yang dibintangi Reza Rahadian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari (BCL) sebagai Ainun. Premiere film ini disaksikan BJ Habibie, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo.

2. Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner.
Buku karya Gina S Noer ini terbit pada 12 Oktober 2015. Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner mengisahkan tentang perjalanan BJ Habibie ketika masih anak-anak, remaja dan masa-masa pendidikan awal di Jerman atau dalam rentang 1936 hingga 1962.


3. Habibie, Soeharto dan Islam.
Buku ini ditulis jurnalis Republika Adian Husaini dan diterbitkan Gema Insani Press pada 1 Januari 1995. Buku setebal 101 halaman ini banyak mengupas hubungan Habibie dengan Presiden ke-2 RI Soeharto serta mengaitkannya dengan Islam. Adian banyak menggali dari tokoh-tokoh Islam, termasuk dari ICMI.

4. Setengah Abad Prof Dr Ing BJ Habibie: Kesan & Kenangan.
Buku karya Andi Makmur Makka ini diterbitkan oleh
Cipta Kreatif bekerja sama dengan Biro Hukum dan Humas BPPT pada 1986. Buku setebal 658 halaman ini bersampul biru dengan gambar Habibie. Makka juga menulis sejumlah buku lain tentang Habibie, misalnya The True Life of Habibie, Habibie: Kecil tapi Otak Semua hingga Mr Crack dari Parepare.

5. Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.
Salah satu buku monumental yang ditulis BJ Habibie. Inilah buku yang mengisahkan catatan harian Habibie jelang hingga menjabat menjadi Presiden RI, menggantikan Soeharto yang mundur pada 21 Mei 1998. Tekanan, ketidakpercayaan publik, hingga berbagai rumor politik menghiasi perjalanan 512 hari kepemimpinannya.

Buku setebal 549 halaman yang diterbitkan THC Mandiri ini hanya terdiri atas empat bab. Bab 1 mengisahkan detik-detik menjelang pengunduran diri Pak Harto. Di bab ini Habibie antara lain mengisahkan bagaimana dia ditelpon Sekretaris Negara pada 20 Mei 1998 malam dan memberitahukan bahwa Pak Harto akan mundur esok hari. Habibie pun kaget.


Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Decesive Moments: Indonesia’s Long Road to Democracy”. Di pasaran, buku ini juga laris manis. Dalam peluncurannya, ribuan orang antre untuk mendapatkan buku serta tanda tangan langsung Habibie.

6. Habibie and the Democratisation of Indonesia.
Sudut pandang tentang BJ Habibie tidak hanya datang dari dalam negeri. Bilveer Singh, pengajar di Departemen Ilmu Politik Universitas Nasional Singapura (NUS) sekaligus peneliti di S Rajaratnam School of International Studies melahirkan buku Habibie and the Democratisation of Indonesia.

Buku setebal 487 halaman dan diterbitkan pada 2006 ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Habibie dan Demokratisasi di Indonesia”. Buku ini terasa “berat” karena menganalisis peran Habibie dalam pusaran kebangkitan demokrasi di Indonesia setelah era Orde Baru.

7. Democracy Take-off? The BJ Habibie Period.
Bagi para akademisi atau pakar politik, membicarakan BJ Habibie tak akan jauh dari perkembangan demokrasi di Indonesia. Wajar, sebab mantan wapres RI itu adalah figur sentral Indonesia pascakeruntuhan rezim Soeharto. Saat Orde Baru tumbang, Indonesia disebut dalam fase menuju demokrasi.

Itu pula yang menjadi bahasan menarik dalam tulisan Dewi Fortuna Anwar dan Bridget Welsh. Buku yang diterbitkan PT Sinar Harapan Persada pada 2013 itu setebal 581 halaman, merekam naik turun politik Indonesia di era BJ Habibie.

Prosesi pemakaman BJ Habibie di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). Upacara secara militer dipimpin Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara).

Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut