Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Apa Itu Vasektomi, Operasi yang Dijalani Krisjiana untuk Cegah Kehamilan?
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Vasektomi, Operasi yang Dijalani Krisjiana untuk Cegah Kehamilan?

Kamis, 17 September 2026 - 12:20:00 WIB
Apa Itu Vasektomi, Operasi yang Dijalani Krisjiana untuk Cegah Kehamilan?
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Aktor Krisjiana Baharudin memutuskan menjalani vasektomi setelah bersama Siti Badriah sepakat untuk tidak menambah momongan. Keputusan tersebut membuat prosedur kontrasepsi pria ini kembali menjadi perhatian.

Lantas, apa sebenarnya vasektomi dan bagaimana prosedur tersebut bekerja untuk mencegah kehamilan? Simak informasi selengkapnya hanya di artikel ini. 

Apa Itu Vasektomi?

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) merupakan salah satu metode kontrasepsi dengan tindakan pada saluran sperma atau vas deferens. Prosedur ini bertujuan menghalangi transportasi sperma sehingga sperma tidak lagi bercampur dengan cairan semen yang dikeluarkan saat ejakulasi.

Bagaimana Vasektomi Dilakukan?

Secara umum, vasektomi dilakukan dengan memotong dan menutup saluran vas deferens yang membawa sperma dari testis. Prosedur ini biasanya dilakukan menggunakan anestesi lokal dan termasuk operasi kecil.

Kemenkes menjelaskan, tindakan dilakukan pada area skrotum untuk mengakses vas deferens. Setelah saluran tersebut ditangani, perjalanan sperma menuju cairan semen akan terhambat.

Vasektomi tidak membuat pria berhenti memproduksi cairan semen. Pria tetap dapat mengalami ereksi dan ejakulasi, tetapi sperma tidak lagi masuk ke dalam semen setelah prosedur dinyatakan berhasil. Sisa sperma yang masih berada di saluran reproduksi akan secara bertahap dibersihkan oleh tubuh. 

Tidak Langsung Efektif Mencegah Kehamilan

Satu hal penting yang perlu diketahui, vasektomi tidak langsung efektif setelah operasi.

Sperma masih dapat ditemukan dalam semen selama beberapa waktu setelah prosedur. Karena itu, pasangan tetap perlu menggunakan kontrasepsi lain sampai pemeriksaan semen menunjukkan bahwa tidak ada lagi sperma yang dapat menyebabkan kehamilan. NHS menyebut pemeriksaan keberhasilan umumnya dilakukan sekitar 12 minggu setelah vasektomi.

Kemenkes juga mencatat bahwa vasektomi memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi setelah keberhasilannya dikonfirmasi melalui pemeriksaan sperma. Dalam pedoman yang dirujuk Kemenkes, risiko kehamilan setelah suami menjalani vasektomi dan telah mencapai kondisi tanpa sperma dalam pemeriksaan semen disebut sekitar 1 dari 2.000 pria.

Apakah Vasektomi Bisa Dikembalikan?

Vasektomi pada dasarnya ditujukan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang atau permanen. Operasi pembalikan atau reversal memang dapat dilakukan pada kondisi tertentu, tetapi keberhasilannya tidak dapat dijamin. 

Karena itu, keputusan menjalani vasektomi perlu dipertimbangkan secara matang, terutama bagi pasangan yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi.

Kemenkes juga menekankan pentingnya konseling dan persetujuan tindakan atau informed consent sebelum prosedur dilakukan.

Apakah Vasektomi Memengaruhi Kehidupan Seksual?

Vasektomi tidak ditujukan untuk menghilangkan gairah seksual atau kemampuan ereksi. NHS menyatakan tidak ada bukti bahwa vasektomi memengaruhi performa seksual atau kenikmatan seksual dalam jangka panjang.

Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa vasektomi tidak memengaruhi gairah seks, ereksi, maupun maskulinitas. Prosedur tersebut bekerja dengan mencegah sperma mencapai semen, bukan dengan menghentikan fungsi seksual pria. 

Namun, vasektomi juga tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS). Kondom tetap diperlukan untuk perlindungan terhadap IMS, termasuk HIV.

Efek Samping setelah Vasektomi

Seperti prosedur medis lainnya, vasektomi juga memiliki risiko. Keluhan yang dapat muncul setelah operasi antara lain nyeri ringan, pembengkakan, memar pada skrotum, perdarahan, hingga infeksi pada area operasi. Pada sebagian kecil pasien, nyeri dapat berlangsung lebih lama.

NHS menyebut nyeri dan pembengkakan pada testis selama sekitar satu minggu setelah vasektomi merupakan hal yang umum. Pasien biasanya juga diminta membatasi aktivitas fisik berat selama masa pemulihan sesuai arahan tenaga medis.

Karena kondisi setiap pasien berbeda, instruksi dokter yang menangani prosedur tetap menjadi acuan utama selama masa pemulihan.

Vasektomi yang Dijalani Krisjiana

Krisjiana sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan menjalani vasektomi diambil setelah dirinya dan Siti Badriah sepakat untuk tidak menambah anak.

Dia juga menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam rumah tangga setelah melihat berbagai pengorbanan sang istri selama menjalani dua kali kehamilan.

Siti Badriah pun memberikan respons setelah Krisjiana menjalani prosedur tersebut.

"Bismillah lancar operasinya. Terima kasih banyak sayangku," tulis Siti Badriah melalui Instagram, dikutip Kamis (17/9/2026).

Dengan demikian, vasektomi yang dijalani Krisjiana bukanlah tindakan untuk menghentikan fungsi seksual, melainkan metode kontrasepsi pria yang bekerja dengan menghambat sperma agar tidak masuk ke dalam semen.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut