Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Arab Saudi Pastikan Ibadah Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Rencana 
Advertisement . Scroll to see content

Arab Saudi Pastikan Ibadah Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Rencana 

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:42:00 WIB
Arab Saudi Pastikan Ibadah Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Rencana 
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Kerajaan Arab Saudi menegaskan kondisi keamanan di dalam negeri saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Hal tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi para calon jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Hal ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi merespons pertanyaan awak media ihwal meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah.

"Kami ingin menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi alhamdulillah sampai saat ini memang negaranya aman," ujar Dubes Faisal dalam konferensi persnya di kediaman dinasnya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2026).

Karena itu, dia menyatakan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Berkaitan dengan peristiwa ataupun berkaitan dengan haji ini sejalan ataupun sesuai dengan planning yang telah digariskan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan skenario penundaan keberangkatan jemaah haji 2026 jika konflik di kawasan Timur Tengah belum mereda. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya memprioritaskan keselamatan jemaah Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyusun berbagai opsi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penundaan keberangkatan apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi membahayakan jemaah.

Pemerintah menegaskan keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak. Pembahasan masih berlangsung bersama DPR sekaligus menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya, membahayakan keselamatan, maka skenario untuk menunda (keberangkatan) bisa jadi muncul, apabila keselamatan warga negara kita terancam," ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjutak, Selasa (10/3/2026).

Prabowo meminta seluruh pihak terkait menyiapkan sejumlah skenario pelaksanaan haji. Hal ini dilakukan agar pemerintah memiliki langkah antisipatif apabila kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.

Pemerintah memastikan keputusan final akan diambil setelah melihat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan laporan diplomatik serta kondisi lapangan.

Jika situasi dinilai aman, keberangkatan jemaah haji akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun jika risiko konflik meningkat dan berpotensi mengancam keselamatan jemaah, pemerintah tidak menutup kemungkinan menunda keberangkatan.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut