Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan di Indonesia, Ratusan Jadwal Delay hingga Dibatalkan
JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional 1.673 penerbangan berjadwal domestik selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 745 lainnya delay atau terlambat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mencatat 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan atau return to base (RTB).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, asap karhutla masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah bandara. Kondisi tersebut membuat keputusan operasional penerbangan harus mengutamakan keselamatan.
"Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Minggu (11/10/2026).
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Kemenhub terus memantau kondisi penerbangan melalui koordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara, penyelenggara bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan operator penerbangan.
Dari sisi maskapai, Citilink Indonesia mencatat jumlah penerbangan terdampak terbanyak, yakni 478 penerbangan. Posisi berikutnya ditempati NAM Air dengan 300 penerbangan, Wings Air sebanyak 227 penerbangan, dan Super Air Jet sebanyak 161 penerbangan.
Maskapai lain yang turut terdampak meliputi Surya Mataram dengan 134 penerbangan, Batik Air sebanyak 112 penerbangan, Garuda Indonesia 97 penerbangan, TransNusa 94 penerbangan, Lion Air 41 penerbangan, serta Sriwijaya Air 29 penerbangan.
Berdasarkan jenis gangguan, Wings Air mencatat pembatalan terbanyak dengan 226 penerbangan, disusul Super Air Jet sebanyak 158 penerbangan dan Citilink sebanyak 115 penerbangan. Sementara itu, keterlambatan paling banyak dialami Citilink dengan 357 penerbangan dan NAM Air sebanyak 212 penerbangan.
Secara kewilayahan, dampak karhutla paling signifikan terjadi di sejumlah bandara di Kalimantan. Bandara tersebut antara lain Supadio di Pontianak, Tjilik Riwut di Palangka Raya, Iskandar di Pangkalan Bun, H. Asan di Sampit, Rahadi Oesman di Ketapang, serta Syamsudin Noor di Banjarmasin.
Gangguan serupa juga terjadi di Sumatera, termasuk Bandara Sultan Thaha di Jambi dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Di Papua, sejumlah bandara yang terdampak meliputi Rendani di Manokwari, Douw Aturure di Nabire, Torea di Fakfak, Utarom di Kaimana, Babo di Teluk Bintuni, serta Ewer di Asmat.
Di luar dampak karhutla, Kemenhub mencatat 14 penerbangan dibatalkan akibat faktor lain selama periode yang sama. Faktor tersebut meliputi sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.
Di tengah gangguan operasional tersebut, Kemenhub menegaskan maskapai wajib memenuhi hak penumpang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemenuhan hak tersebut dapat berupa kompensasi sesuai ketentuan, penjadwalan ulang penerbangan, maupun pengembalian biaya tiket secara penuh (full refund).
Lukman mengatakan, Kantor Otoritas Bandar Udara telah ditugaskan untuk mengawasi pemenuhan hak penumpang di lapangan. Kemenhub juga akan menjatuhkan sanksi kepada maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai aturan.
"Kami tidak akan ragu memberikan sanksi kepada maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan," tegasnya.
Kemenhub mengimbau masyarakat memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandara sebelum berangkat. Sebab, jarak pandang akibat asap karhutla dapat berubah secara dinamis sehingga berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan.