Bernardo Tavares Wanti-Wanti Persebaya, Bahaya Bali United Mengintai
GIANYAR, iNews.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberi peringatan keras kepada timnya jelang laga tandang melawan Bali United. Dia menegaskan markas lawan akan menjadi ujian berat dalam lanjutan Super League 2025-2026.
Persebaya dijadwalkan menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (7/2/2026). Pertandingan ini memiliki arti penting bagi kedua tim yang masih bersaing ketat di papan klasemen.
Tavares menilai laga tersebut tidak akan berjalan mudah. Dia menyebut Bali United sebagai tim dengan kualitas dan pengalaman yang mampu menyulitkan lawan, terutama saat bermain di kandang sendiri.
“Kami tahu pertandingan di sana akan sangat sulit. Bali United punya tim yang bagus dan mereka pasti akan bermain keras,” kata Bernardo Tavares, dilansir dari laman I.League.
Pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya fokus penuh sepanjang pertandingan. Menurut dia, sedikit saja kelengahan bisa berujung pada situasi berbahaya bagi Persebaya Surabaya.
“Kami harus fokus dari menit pertama sampai akhir jika ingin mendapatkan hasil,” tegas Bernardo Tavares.
Persebaya Surabaya datang ke laga ini dengan posisi yang masih rawan. Bajul Ijo saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara Super League 2025-2026.
Tim kebanggaan Bonek tersebut mengoleksi 32 poin hasil dari delapan kemenangan, delapan kali imbang, dan tiga kekalahan. Posisi ini masih membuka peluang naik ke papan atas, tetapi juga berisiko tergeser jika kehilangan poin.
Tekanan Klasemen dan Kekuatan Tuan Rumah
Bali United berada satu tingkat di bawah Persebaya Surabaya. Serdadu Tridatu menempati posisi kedelapan dengan koleksi 28 poin dari tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan.
Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat duel di Gianyar memiliki dampak langsung terhadap peta persaingan Super League 2025-2026. Kemenangan akan menjadi modal besar bagi kedua tim.
Bernardo Tavares berharap Persebaya Surabaya mampu menjaga disiplin permainan serta konsistensi selama 90 menit. Dia menilai laga tandang ini menjadi tolok ukur kesiapan mental tim.
Markas Bali United pun dikenal kerap memberi tekanan besar bagi tim tamu. Situasi tersebut membuat Persebaya Surabaya dituntut tampil solid sejak awal hingga peluit akhir.