Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
BGN Investigasi Insiden MBG di Semarang, Operasional SPPG Disetop Sementara
Advertisement . Scroll to see content

BGN Investigasi Insiden MBG di Semarang, Operasional SPPG Disetop Sementara

Minggu, 02 Agustus 2026 - 06:53:00 WIB
BGN Investigasi Insiden MBG di Semarang, Operasional SPPG Disetop Sementara
Baca Berita

SEMARANG, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk para korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). Usai memastikan kondisi para korban, Sudaryono langsung menghentikan sementara operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait insiden tersebut.

Kunjungan dilakukan ke sejumlah rumah sakit yang merawat korban, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum. Langkah itu merupakan bentuk respons cepat pemerintah menyusul insiden yang menimpa ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, 693 orang merupakan siswa dan 14 lainnya guru.

Mayoritas korban mengalami gejala pusing, mual, dan muntah setelah menyantap makanan. Sebagian korban dirawat di rumah sakit, sementara lainnya mendapat penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Menanggapi kejadian itu, Sudaryono mengatakan tim investigasi BGN masih bekerja untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan tersebut. Investigasi dilakukan guna memastikan sumber masalah berdasarkan hasil pemeriksaan yang menyeluruh.

"Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif," ujar Sudaryono.

Dia menegaskan BGN tidak akan menoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program MBG. Karena itu, operasional dapur MBG yang diduga terkait langsung dihentikan sementara selama proses investigasi berlangsung.

"Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Pemerintah bersama instansi terkait terus menangani para korban sekaligus mengusut penyebab kejadian tersebut agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap mengedepankan aspek keamanan pangan.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut