Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
BMKG Pastikan Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Tak Berdampak Negatif bagi Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Pastikan Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Tak Berdampak Negatif bagi Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:56:00 WIB
BMKG Pastikan Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Tak Berdampak Negatif bagi Masyarakat
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan dry ice atau es kering untuk mengurangi kepekatan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG memastikan metode ini dirancang agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat di daratan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, pelaksanaan operasi dilakukan dengan perhitungan yang cermat, termasuk dalam menentukan ukuran es kering dan ketinggian penyemaiannya.

"Tentu kita melakukan operasi ini dengan sebaik-baiknya. Karena operasi modifikasi cuaca dengan dry ice itu tujuannya kan untuk kebaikan, maka kita tidak ingin menimbulkan dampak yang tidak baik. Oleh karenanya, misalnya kita menyemai dry ice itu dalam ukuran yang kecil-kecil, ukuran pelet gitu, ya," kata Handoko dalam keterangannya dikutip, Sabtu (24/10/2026).

Dia menambahkan, pelet es kering disemai di atas lapisan inversi pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 7.000 kaki. Menurutnya, penentuan ketinggian tersebut bertujuan agar es kering mengalami sublimasi di atmosfer sebelum mencapai permukaan tanah.

"Sehingga kita di bawah tidak merasakan dampak penyemaian itu, tapi penyemaian itu dampaknya langsung di atas, di atmosfer di sekitar 5.000 sampai 7.000 kaki. Nah, ini tentu upaya kita untuk memastikan bahwa dampak negatifnya itu tidak terjadi," tuturnya.

Handoko mengatakan, OMC dengan dry ice ditujukan untuk mengurangi kepekatan asap sehingga jarak pandang atau visibilitas dapat membaik. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan transportasi, termasuk penerbangan dan pelayaran.

Selain mengurangi kepekatan asap, Handoko mengklaim operasi tersebut juga berdampak pada penurunan konsentrasi partikel halus PM2,5, salah satu polutan yang dapat mengganggu kesehatan.

"PM2,5 menurun sangat drastis, dengan adanya operasi ini maka udara menjadi lebih bersih, ya, kesehatan masyarakat juga menjadi lebih baik," tuturnya.

Terkait waktu yang dibutuhkan hingga dampak penyemaian mulai terlihat, Handoko mengatakan hasilnya bergantung pada tingkat kepekatan asap dan kondisi atmosfer di lokasi operasi.

"Biasanya dalam kurun waktu 1 jam sesudahnya atau kadang-kadang malah setengah jam sesudahnya, itu hasilnya mulai terasa, ya. Jadi setelah selesai penyemaian dengan dry ice, biasanya 30 menit kemudian, 1 jam kemudian, mulai terjadi proses pengangkatan asap, partikel-partikel asap," ujarnya.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut