Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Cek kesehatan Gratis: 4,9 Juta Orang Indonesia Terdeteksi Alami Hipertensi 
Advertisement . Scroll to see content

Cek kesehatan Gratis: 4,9 Juta Orang Indonesia Terdeteksi Alami Hipertensi 

Selasa, 04 Agustus 2026 - 22:45:00 WIB
Cek kesehatan Gratis: 4,9 Juta Orang Indonesia Terdeteksi Alami Hipertensi 
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksa kondisi tubuh. Program ini juga mengungkap tingginya kasus penyakit tidak menular yang dialami warga Indonesia.

Hingga 31 Juli 2026, tercatat sebanyak 73 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Angka tersebut melampaui capaian sepanjang 2025 yang berada di kisaran 70 juta peserta.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan dr Maria Endang Sumiwi, MPH mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani.

Dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, ditemukan 4,9 juta orang mengalami hipertensi. Selain itu, sebanyak 5,5 juta peserta berada dalam kondisi prehipertensi.

“Kita temukan hipertensi 4,9 juta, prehipertensi 5,5 juta. Kalau tidak dikendalikan nanti bisa menjadi stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal,” kata dr. Endang dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis, Selasa (4/8/2026).

Tidak hanya hipertensi, pemeriksaan CKG juga menemukan masalah kesehatan metabolik lainnya. Sebanyak 992 ribu peserta terdeteksi mengalami diabetes, sedangkan 1,9 juta orang berada dalam kondisi prediabetes.

Masalah berat badan juga menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 11 juta orang diketahui mengalami obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pembuluh darah.

Selain itu, pemeriksaan kolesterol menemukan sekitar 205 ribu kasus gangguan lemak darah atau dislipidemia. Namun, dr. Endang menyebut pemeriksaan kolesterol masih menjadi tantangan karena cakupannya belum maksimal.

“Pemeriksaan kolesterol masih menjadi pekerjaan rumah karena belum seluruh peserta mendapatkan pemeriksaan tersebut,” katanya.

Di luar penyakit metabolik, CKG juga menemukan berbagai persoalan kesehatan pada kelompok usia lain. Pada balita, masalah yang paling banyak ditemukan antara lain gigi berlubang, imunisasi yang belum lengkap, hingga kondisi gizi kurang.

Sementara pada kelompok usia sekolah dan remaja, selain masalah gigi berlubang, ditemukan lebih dari 2,2 juta anak mengalami peningkatan tekanan darah. Temuan lainnya yakni gangguan penglihatan, anemia, dan gizi kurang.

Menurut dr. Endang, hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Program CKG ke depan tidak hanya berfokus pada skrining, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdiagnosis mendapatkan pengobatan dan pemantauan.

Langkah tersebut dilakukan agar risiko komplikasi penyakit kronis, seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal dapat ditekan.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut