Demo Mahasiswa di Jakarta, Pengendara Diimbau Hindari 4 Kawasan Ini
JAKARTA, iNews.id - Ribuan mahasiswa bakal berdemonstrasi di sejumlah kawasan Jakarta, Rabu (28/10/2026). Polisi mengimbau masyarakat menghindari kawasan Gedung DPR/MPR, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, aksi penyampaian pendapat tersebut dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Polisi memperkirakan kepadatan lalu lintas dan kemungkinan penerapan rekayasa arus secara situasional di sekitar lokasi aksi.
“Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat pada Rabu 28 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB hingga selesai di kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas dan Tugu Tani, diperkirakan terjadi kepadatan lalu lintas dan rekayasa arus secara situasional,” tulis TMC Polda Metro melalui akun Instagram resminya, Rabu (28/10/2026).
Polisi meminta masyarakat menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur alternatif agar terhindar dari kemacetan. Pengendara juga diimbau mengikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan.
“Diimbau untuk menggunakan rute alternatif lain, mengatur waktu perjalanan dan ikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan,” lanjut keterangan tersebut.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga fasilitas umum dan ruang publik selama aksi penyampaian aspirasi berlangsung.
Budi menekankan pentingnya saling menghormati dan menjaga ketertiban agar mahasiswa dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan damai, sementara masyarakat lainnya tetap bisa bekerja, bersekolah, serta menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Ruang publik adalah milik kita bersama. Ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada pula yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua memiliki hak yang perlu kita hormati,” ujar Budi.
Dia menjelaskan, menjaga fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama karena keberadaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Komunikasi terbuka dan penyampaian informasi yang akurat juga diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam mengamankan kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis. Pendekatan ini bertujuan memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap dihormati, sekaligus menjaga keselamatan dan kepentingan bersama.
“Aspirasi masyarakat harus tetap mendapat ruang, sementara keselamatan dan kepentingan bersama juga kita jaga. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga Jakarta,” katanya.