Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Diisukan Cekcok dengan Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Ini Jawaban Presiden Pezeshkian
Advertisement . Scroll to see content

Diisukan Cekcok dengan Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Ini Jawaban Presiden Pezeshkian

Rabu, 05 Agustus 2026 - 20:08:00 WIB
Diisukan Cekcok dengan Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Ini Jawaban Presiden Pezeshkian
Baca Berita

TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah isu yang menyebut dirinya berselisih dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Di tengah beredarnya rumor mengenai keretakan hubungan di lingkaran elite Teheran, Pezeshkian menegaskan hubungan mereka tetap baik dan tidak ada konflik seperti yang diberitakan sejumlah media oposisi.

Pezeshkian juga menepis kabar bahwa dirinya mengajukan pengunduran diri dari jabatan presiden. Dia memastikan tetap memimpin Iran dan melanjutkan perjuangan di tengah situasi yang masih memanas akibat konflik dengan Amerika Serikat (AS).

“Jika saya akan mengundurkan diri, akan mengumumkannya secara terbuka. Saya tidak akan mundur dan saya akan melanjutkan perjuangan,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, dikutip Rabu (5/8/2026).

Menanggapi isu perselisihan dengan Khamenei dan para pejabat tinggi militer, Pezeshkian kembali menegaskan bahwa hubungan di antara mereka berjalan harmonis.

“Semua orang tahu jika ada perselisihan yang muncul, angkatan bersenjata akan berdiri bersama Khamenei,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah laporan media oposisi Iran yang sebelumnya mengeklaim Pezeshkian telah beberapa kali mengajukan surat pengunduran diri kepada Mojtaba Khamenei.

Isu tersebut mencuat di tengah ketegangan politik dan keamanan yang masih membayangi Iran. Pemerintah Teheran terus menghadapi tekanan setelah konflik berkepanjangan dengan AS dan Israel.

Iran diketahui terlibat konflik dengan AS dan Israel sejak 28 Februari. Sejak saat itu, hubungan kedua negara mengalami pasang-surut yang ditandai dengan beberapa kali gencatan senjata yang hanya menghentikan pertempuran sementara, bukan mengakhiri konflik secara permanen.

Pada April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata. Kedua negara kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan pada Juni dengan tujuan mengakhiri konflik.

Namun, kesepakatan tersebut akhirnya runtuh pada awal Juli setelah kedua pihak kembali saling menyerang. Perselisihan mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz menjadi pemicu memanasnya kembali hubungan antara Washington dan Teheran.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut