Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
DPR Desak Bareskrim Usut Tuntas Kematian Sutrimo: Saat Ini Banyak Spekulasi
Advertisement . Scroll to see content

DPR Desak Bareskrim Usut Tuntas Kematian Sutrimo: Saat Ini Banyak Spekulasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:39:00 WIB
DPR Desak Bareskrim Usut Tuntas Kematian Sutrimo: Saat Ini Banyak Spekulasi
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Bareskrim Polri turun tangan mengusut penyebab meninggalnya Sutrimo yang ditemukan tewas secara misterius di halaman sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sutrimo diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Habib Aboe menilai penyelidikan perlu dilakukan secara mendalam karena kasus tersebut memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Dia meminta Bareskrim Polri menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan.

“Saat ini banyak spekulasi liar yang berkembang di masyarakat terkait meninggalnya Saudara Sutrimo. Oleh karena itu, saya meminta Bareskrim Polri melakukan penyidikan secara mendalam, komprehensif, dan profesional agar diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai penyebab kematiannya,” ujar Habib Aboes dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan proses penegakan hukum harus didasarkan pada alat bukti, hasil pemeriksaan forensik, serta penyidikan yang objektif, bukan asumsi maupun opini. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan tidak terus dibayangi dugaan yang belum terverifikasi.

Habib Aboe juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Bareskrim Polri dalam mengusut perkara tersebut hingga tuntas. Dia meminta seluruh pihak memberi ruang kepada penyidik untuk bekerja secara independen.

“Saya meyakini Bareskrim Polri memiliki kapasitas, pengalaman, dan profesionalisme untuk mengusut perkara ini secara tuntas. Berikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara independen sehingga hasil penyidikannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dia berharap hasil penyidikan segera memberikan kepastian terkait penyebab kematian Sutrimo sehingga spekulasi yang berkembang di masyarakat dapat dihentikan dan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum tetap terjaga.

Habib Aboe turut mengimbau seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum penyidik menyampaikan hasil resmi.

“Hal itu penting agar ruang publik tetap diisi informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sutrimo yang disebut sebagai Karumga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan laporan yang beredar, Sutrimo kemudian dinyatakan meninggal dunia di RS Muhammadiyah Taman Puring, Jalan Gandaria I Nomor 20, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut