Fakta Seputar Kanker Paru, Penyakit yang Diderita Istri Indro Warkop
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka baru saja mendatangi keluarga aktor senior Indro Warkop. Sang istri tercinta, Nita Octobijanthy telah menghembuskan napas terakhirnya, Selasa 9 Oktober 2018.
Diketahui sebelum meninggal, Nita telah terbaring dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Kanker paru-paru sendiri merupakan salah satu penyakit tak menular yang mematikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan menurut World Health Organization (WHO), kanker paru-paru merupakan penyebab kematian paling umum akibat keganasan kanker.
Lebih Banyak Diderita Pria
Kanker jenis ini juga lebih banyak diderita oleh laki-laki. Melansir dari situs Lung.org, Rabu (10/10/2018), lebih banyak pria didiagnosis dengan kanker paru-paru setiap tahun, tetapi lebih banyak wanita yang hidup dengan penyakit tersebut. Bahkan, tingkat kasus baru pada 2014 menunjukkan, pria lebih sering mengembangkan kanker paru daripada wanita.
Rokok dan Paparan Udara Jadi Sebab
Penyebab kanker paru-paru mungkin menjawab mengapa kanker jenis ini lebih banyak diderita oleh pria. Sebab, merokok aktif merupakan salah satu penyebab kanker paru-paru dengan persentase paling besar, yakni hampir 90 persen. Selain itu, paparan terhadap karsinogen menyebabkan sekitar Sembilan hingga 15 persen dan polusi udara di luar ruangan satu hingga dua persen.
Kanker paru-paru juga dapat disebabkan oleh eksposur paparan lain karena pekerjaan, termasuk asbes, uranium dan bahan bakar dalam pembuatan besi. Sementara itu, kombinasi paparan asbes dan merokok sangat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
Perokok Pasif Juga Berisiko
Tak hanya pria dan wanita yang merokok aktif saja berisiko terkena penyakit kanker paru-paru. Tetapi, orang yang menjadi perokok pasif atau sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko kurang lebih sama. Masih melansir dari data Laporan Tingkat Kematian dan Mortalitas Kanker Paru di Amerika, asap rokok menyebabkan sekitar 7.330 kematian kanker paru-paru pada perokok pasif.
Mereka yang tak merokok juga tercatat 20 hingga 30 persen kemungkinan lebih besar terkena kanker paru-paru jika terpapar asap rokok di rumah atau tempat kerja.