Fenomena Jastiper Bikin Produk Lokal Makin Laris, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Kehadiran jasa titip atau jastiper tak lagi sekadar menjadi tren belanja masyarakat. Kini, peran mereka dinilai semakin penting dalam membantu produk-produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
Bahkan, keberadaan para jastiper disebut ikut mendongkrak penjualan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai pameran maupun bazar fashion. Seperti apa faktanya di masyarakat?
Fenomena tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Glamlocal Mid Year Sale di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, yang menghadirkan lebih dari 150 brand lokal dari berbagai kategori, mulai dari fashion, aksesori, produk kecantikan hingga kuliner. Di tengah ramainya pengunjung yang berburu produk lokal, para jastiper juga tampak aktif membelikan berbagai produk untuk pelanggan mereka dari berbagai daerah.
Peran jasa titip itu pun mendapat perhatian dari pemerintah. Ketua Bidang Kementerian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Astari, menilai keberadaan jastiper menjadi salah satu faktor yang membantu memperluas jangkauan pasar produk-produk UMKM.
"Saya bangga dengan anak muda sekarang yang koleksinya sangat mendukung kebutuhan wanita, mulai dari busana, perhiasan, skincare, hingga kuliner. Kurasinya bagus, dan hubungan dengan para jastiper sangat membantu menjual produk lebih luas lagi," ujar Tina Astari saat menghadiri pembukaan acara di Bandung, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pelaku UMKM dan para jastiper menjadi peluang baru bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang tidak dapat datang langsung ke lokasi penjualan. Pola belanja seperti ini juga dinilai mampu mempercepat perputaran produk sekaligus memperkenalkan merek lokal ke pasar yang lebih luas.
Tina berharap berbagai pameran produk lokal tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli semata, tetapi juga mampu melahirkan ide-ide kreatif, membuka peluang bisnis baru, serta memperkuat ekosistem UMKM nasional.
"Tahun kemarin saya juga hadir di ICE BSD, Masya Allah acara ini luar biasa. Semoga acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran saja, tetapi juga wadah ide kreativitas, membuka peluang yang lebih luas, dan membangun ekosistem supaya UMKM bisa naik kelas," katanya.
Senada dengan itu, Founder Glamlocal Rizky Azhar mengatakan penyelenggaraan bazar tersebut memang ditujukan untuk memberikan ruang bagi brand lokal agar dapat berkembang bersama. Menurutnya, pertumbuhan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya transaksi selama acara berlangsung, tetapi juga dari semakin luasnya jaringan pasar yang berhasil dibangun.
"Bazaar fashion seperti ini adalah wadah khususnya bagi UMKM untuk tumbuh bersama," ujar Rizky.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing produk lokal di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
"Tak hanya berfokus pada dampak penjualan dan memperkuat UMKM Indonesia, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri UMKM. Semoga kolaborasi ini dapat terus mendorong pertumbuhan dan daya saing produk lokal," tutupnya.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri, fenomena jastiper diperkirakan akan terus berkembang.
Bukan hanya memudahkan konsumen mendapatkan produk incaran, keberadaan jastiper juga menjadi saluran pemasaran baru yang membantu brand lokal menjangkau pembeli lintas kota tanpa harus membuka toko di berbagai daerah.