Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Gubernur Maluku Dukung Implementasi CPMK Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Ambon
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Maluku Dukung Implementasi CPMK Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Ambon

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:17:00 WIB
Gubernur Maluku Dukung Implementasi CPMK Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Ambon
Baca Berita

AMBON, iNews.id - Upaya pembumian nilai-nilai luhur Pancasila di ruang akademik kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku secara resmi membuka kegiatan Akseptasi Rancangan Usulan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) Pendidikan Pancasila untuk jenjang perguruan tinggi, Jumat (25/7/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi Pancasila, tidak hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai ruh yang menggerakkan sistem pendidikan nasional, terutama di tingkat perguruan tinggi. 

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda, Gubernur Maluku menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar forum akademik teknis, melainkan tonggak penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa.

"Dalam sambutan Bung Karno tahun 1963, beliau menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang dapat menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke," kata Sadali mengutip Proklamator Bangsa. 

Ia menambahkan bahwa pesan Bung Karno ini menjadi pengingat abadi bahwa Pancasila bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan kekuatan hidup yang harus terus dihidupkan, terutama di dunia pendidikan.

Sadali menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum perguruan tinggi, khususnya pada mata kuliah Pendidikan Pancasila. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Demokrasi yang beradab dan partisipatif, serta Keadilan sosial harus menjadi pilar utama dalam penyusunan CPMK.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, turut menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi jantung dari pendidikan karakter bangsa. "Pendidikan Pancasila harus menjadi mata kuliah yang hidup, bukan hanya hafalan sila demi sila. Ia harus menyentuh cara berpikir dan bertindak mahasiswa di era digital ini," ujarnya. 

Yudian menambahkan pentingnya pendekatan kontekstual dan transformatif agar nilai Pancasila bukan hanya dikenang, tapi juga dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota Dewan Pengarah BPIP, Prof. Amin Abdullah, dalam paparannya mengajak akademisi mengembangkan pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran Pancasila. Ia menekankan bahwa CPMK harus mampu menciptakan ruang dialog antar budaya, agama, dan identitas dalam semangat persatuan bangsa. 

"Pendidikan Pancasila harus menjadikan mahasiswa lebih terbuka, toleran, dan bijaksana dalam menghadapi keberagaman," katanya.

Acara ini juga dihadiri tokoh nasional dan daerah seperti Anggota Dewan Pakar BPIP RI Prof. Dr. John Pieris, SH., M.S, Staf Khusus BPIP RI Dr. Johanes Haryatmoko, SJ, jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Komandan Lantamal IX Ambon, Komandan Lanud Pattimura, para Deputi dan Direktur BPIP, anggota DPRD Maluku, rektor perguruan tinggi, serta pimpinan OPD Pemprov Maluku.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah dan lembaga pendidikan, Maluku berkomitmen memperkuat jiwa kebangsaan melalui pendidikan Pancasila demi masa depan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berintegritas.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut