Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Hadiah Uang French Open 2026 Naik, Petenis Dunia Justru Protes
Advertisement . Scroll to see content

Hadiah Uang French Open 2026 Naik, Petenis Dunia Justru Protes

Selasa, 05 Mei 2026 - 07:30:00 WIB
Hadiah Uang French Open 2026 Naik, Petenis Dunia Justru Protes
Baca Berita

PARIS, iNews.id – Hadiah uang French Open 2026 naik, tetapi beberapa petenis dunia justru melontarkan protes keras terhadap kebijakan tersebut.

Turnamen Grand Slam kedua musim ini akan digelar di Paris dengan total hadiah meningkat 9,53 persen. Penyelenggara memastikan adanya kenaikan dibanding edisi sebelumnya.

Untuk nomor tunggal, juara akan menerima 2,4 juta poundsterling atau sekitar Rp55,6 miliar. Nilai ini naik dari 2,2 juta poundsterling yang diterima juara tahun lalu.

Meski angka hadiah terlihat meningkat, sejumlah petenis papan atas menilai situasi tersebut tidak sepenuhnya menguntungkan mereka.

Kelompok pemain top ATP dan WTA seperti Jannik Sinner, Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Iga Swiatek menyuarakan kekecewaan secara terbuka.


Porsi Pendapatan Jadi Sorotan

Para pemain menyoroti porsi pembagian pendapatan dari total revenue turnamen. Persentase tersebut diproyeksikan turun dari 15,5 persen pada 2024 menjadi 14,9 persen pada tahun ini.

Penurunan ini menjadi alasan utama munculnya protes. Mereka menilai kontribusi pemain terhadap nilai komersial turnamen sangat besar.

Pada Maret 2025, para pemain top sudah mengirim surat kepada penyelenggara empat Grand Slam. Isi surat tersebut meminta peningkatan pembagian pendapatan.

Mereka juga mengusulkan dukungan kesejahteraan pemain, termasuk program pensiun dan jaminan kesehatan jangka panjang.

Namun hingga saat ini, mereka merasa belum ada respons konkret dari pihak penyelenggara terkait tuntutan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, para pemain menyampaikan sikap mereka.

“Seiring Roland Garros mencatat pendapatan rekor, para pemain justru menerima bagian yang menurun dari nilai yang mereka ciptakan,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Express. 

“Mengkhawatirkan, pengumuman ini tidak menyentuh masalah struktural yang telah kami sampaikan secara konsisten sepanjang tahun terakhir. Tidak ada keterlibatan terkait kesejahteraan pemain dan tidak ada kemajuan dalam membangun mekanisme konsultasi formal dalam pengambilan keputusan Grand Slam.”

“Meskipun olahraga global lain terus berbenah dalam tata kelola dan membangun nilai jangka panjang, Grand Slam tetap sulit berubah. Minimnya keterlibatan pemain dan kurangnya investasi dalam kesejahteraan menunjukkan sistem yang belum mewakili kepentingan pemain.”

Total hadiah French Open 2026 mencapai 53,25 juta poundsterling atau sekitar Rp1,23 triliun. Angka tersebut masih berada di bawah 15 persen dari total pendapatan turnamen yang diperkirakan mencapai 345 juta poundsterling (Rp8,137 triliun).

Sebagai perbandingan, turnamen ATP dan WTA 1000 seperti Italian Open mampu membagikan sekitar 22 persen pendapatan kepada pemain.

Situasi ini membuat polemik pembagian hadiah kembali mencuat menjelang French Open 2026. Pemain berharap adanya perubahan kebijakan agar pembagian lebih seimbang di masa depan.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut