Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Hari Buruh Internasional, Begini Menerapkan Gaya Hidup Kerja Seimbang
Advertisement . Scroll to see content

Hari Buruh Internasional, Begini Menerapkan Gaya Hidup Kerja Seimbang

Selasa, 01 Mei 2018 - 13:58:00 WIB
Hari Buruh Internasional, Begini Menerapkan Gaya Hidup Kerja Seimbang
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Hari Buruh Internasional mengingatkan lagi tentang hak-hak para pekerja, salah satunya soal kesehatan yang suka diabaikan. Untuk itu, betapa pentingnya menerapkan gaya hidup kerja seimbang atau work balance.

Bicara keseimbangan dalam bekerja, bukan cuma tentang kesehatan tubuh saja. Tetapi juga menjaga hubungan dengan keluarga dan kehidupan sosial Anda.

Di dunia serbamodern ini, tak jarang kita melupakan gaya hidup kerja seimbang. Liburan untuk membalas E-mail, waktu istirahat dipakai lembur, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana menerapkan gaya hidup kerja seimbang? Berikut cara-cara sederhananya, seperti dilansir dari WebMd, Selasa (1/5/2018).

Punya Jadwal

Jadwal membuat Anda lebih teratur dalam mengatur waktu. Termasuk menyeimbangkan waktu bekerja dan keluarga, teman-teman, serta orang terkasih. Misalnya, ketika Anda sudah menghabiskan waktu bekerja dari Senin hingga Jumat, gunakan hari Sabtu dan Minggu untuk keluarga, teman, sahabat, atau kekasih. Lupakanlah pekerjaan sejenak selama dua hari itu untuk memulihkan energy sebelum Anda kembali bekerja Senin.

Bangun Lebih Awal

Banyak pekerja yang mengeluh tak dapat melakukan apa-apa, selain bekerja selama hidupnya karena tak memiliki waktu luang. Mereka cenderung mengawali hari dengan bangun dari tidur, mandi, dan langsung berangkat ke kantor atau pabrik. Seorang aktor di New York, Michael Neithardt membagikan rahasia menyeimbangkan antara waktu kerja dan pribadinya, yaitu bangun tiga jam lebih awal sebelum berangkat kerja.

Tiga jam yang digunakan Neithardt itu, bisa dihabiskan bersama sang istri dan anaknya. "Saya merasakan bisa meluangkan waktu untuk mereka (keluarga) selama tiga jam di pagi hari. Saya memiliki hari kerja yang lebih produktif dan damai," kata Neithardt.

Buang Bagian Tidak Penting

Sebagian orang yang mengaku terus bekerja sepanjang hari, sebenarnya kerap membuang waktunya untuk hal tidak penting di tempat kerja. Misalnya mengobrol, bergosip, atau browsing terlalu lama di kantor hingga membuatnya pulang larut malam, sehingga tak memiliki waktu istirahat cukup. Psikolog yang berbasis di New York, Marilyn Puder menyarankan membuang hal-hal yang tidak penting itu demi meningkatkan karier dan kehidupan pribadi.

Anda bisa meninggalkan pekerjaan lebih awal untuk membatasi waktu yang dihabiskan di tempat kerja dan tidak ada hubungannya dengan produktivitas Anda.

Olahraga di Tempat Kerja

Bagi yang bekerja di kantor dan duduk seharian, ini menjadi tanda bahaya bagi kesehatan Anda. Apalagi jika Anda duduk terlalu lama dan menghabiskan makan siang di tempat yang sama setiap hari, sehingga tidak ada waktu untuk berolahraga dan bergerak. Penelitian banyak mengungkap dampak buruk dari duduk dan menatap komputer terlalu lama.

Seharian dalam kantor juga bukan berarti Anda tidak bisa bergerak dan berolahraga ringan. Apalagi penelitian menunjukkan olahraga dapat membantu Anda lebih waspada dan fokus. Anda bisa berolahraga dan melakukan peregangan di kantor atau sekadar jalan-jalan di sekitar kantor, setidaknya 30 menit dalam sehari.

Istirahat

Hal paling penting menjaga keseimbangan kerja dengan istirahat. Kuncinya adalah istirahat yang cukup. Tetapi yang perlu diingat, jangan mengambil waktu istirahat di akhir pekan, tetapi keseharian dengan disiplin menerapkan waktu tidur tujuh sampai delapan sehari. Sementara di akhir pekan, Anda bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai, seperti membaca novel, berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, mendengarkan musik, pergi ke kafe, renang, dan hal-hal yang membuat Anda bahagia untuk menghadapi hari Senin.

Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut