Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Instagram Tasya Farasya Kena Shadow Ban usai Posting Karhutla? Faktanya Mengejutkan!
Advertisement . Scroll to see content

Instagram Tasya Farasya Kena Shadow Ban usai Posting Karhutla? Faktanya Mengejutkan!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:18:00 WIB
Instagram Tasya Farasya Kena Shadow Ban usai Posting Karhutla? Faktanya Mengejutkan!
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Tasya Farasya mencurigai akun Instagram miliknya terkena shadow ban setelah menyuarakan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Kecurigaan ini muncul setelah dia mendapati jumlah penonton Instagram Story-nya turun drastis saat membahas isu tersebut.

Tasya Farasya mengungkapkan perubahan jangkauan kontennya melalui unggahan yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Dia membandingkan jumlah penonton Story yang biasanya menembus lebih dari satu juta kali dengan konten tentang karhutla yang disebut hanya meraih sekitar 85 ribu penonton.

"Oh gitu caranya mainnya shadow banned yah kalau speak up," tulis Tasya dalam unggahannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Unggahan Tasya Farasya soal Instagram. (Foto: Threads)
Unggahan Tasya Farasya soal Instagram. (Foto: Threads)

Perbedaan jumlah penonton tersebut membuat Tasya mempertanyakan apakah jangkauan akunnya mengalami pembatasan setelah dia menyuarakan persoalan lingkungan yang berdampak pada masyarakat Kalimantan Tengah.

Namun, dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebagai shadow ban. Penurunan jumlah penonton Instagram Story tidak serta-merta membuktikan bahwa platform membatasi visibilitas suatu akun.

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi jangkauan konten di media sosial, termasuk perilaku audiens dan perubahan interaksi. Karena itu, diperlukan informasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab turunnya jumlah penonton Story Tasya.

Tasya Farasya Disorot usai Siapkan Posko Bantuan Karhutla

Di balik persoalan jangkauan Instagram tersebut, Tasya sebelumnya mengabarkan tengah mempersiapkan posko bantuan berupa ruang aman asap bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Tengah.

Posko itu direncanakan mulai aktif pada 23 Oktober mendatang. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu upaya untuk membantu warga menghadapi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Langkah Tasya ini juga mendapat beragam respons dari masyarakat. Di tengah berbagai komentar yang muncul, dia menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap korban karhutla bukan dilakukan demi mendapatkan pengakuan atau pujian dari orang lain.

Tasya menyadari setiap orang memiliki pandangan berbeda terhadap tindakannya. Dia pun tidak bisa memaksakan semua orang untuk memiliki pendapat yang sama.

Bahkan, jika masih ada pihak yang menilai langkahnya sebagai bentuk ketidakpekaan atau *tone-deaf*, Tasya mengaku tidak dapat mengendalikan cara orang lain memandang dirinya.

Baginya, upaya membantu masyarakat terdampak karhutla berangkat dari rasa peduli terhadap kondisi yang mereka hadapi, bukan untuk membangun citra atau mencari validasi publik.

Apa Itu Shadow Ban?

Shadow ban merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dugaan pembatasan jangkauan atau visibilitas konten di media sosial tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.

Dalam kondisi yang diduga mengalami pembatasan semacam ini, konten bisa dianggap lebih sulit ditemukan atau menjangkau audiens yang biasanya melihat unggahan pemilik akun.

Meski demikian, istilah shadow ban tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan penyebab turunnya jumlah penonton suatu konten. Penurunan jangkauan dapat terjadi karena berbagai faktor dan perlu diperiksa lebih lanjut.

Dalam kasus Tasya Farasya, angka sekitar 85 ribu penonton pada Instagram Story tentang karhutla menjadi dasar kecurigaannya. Namun, angka tersebut belum membuktikan bahwa Instagram sengaja membatasi akunnya karena menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan.

Terlepas dari dugaan shadow ban yang diungkapkannya, Tasya tetap memiliki rencana untuk membantu masyarakat terdampak karhutla melalui posko ruang aman asap yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 23 Oktober.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut