Kejutan! Presiden UEA dan Menhan Santai di Dubai Mall saat Drone Iran Mengancam
DUBAI, iNews.id - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan membuat kejutan dengan kemunculannya di tengah keramaian Dubai Mall, Senin malam (2/3/2026). Di saat sistem pertahanan udara negaranya mencegat puluhan drone yang diluncurkan Iran, dia justru terlihat berjalan santai dan makan malam di pusat perbelanjaan terbesar di dunia itu.
Dilansir dari Gulf News, Selasa (3/3/2026), Sheikh Mohamed hadir bersama Putra Mahkota Dubai yang juga Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan UEA, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Kehadiran keduanya yang didampingi sejumlah syekh dan pejabat senior tersebut langsung menyedot perhatian pengunjung.
Kemunculan mereka memberikan ketenangan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sistem pertahanan udara UEA dilaporkan mencegat puluhan drone dan serangan Iran yang mengarah ke wilayahnya.

Namun di Dubai Mall, suasana malah terlihat normal. Sheikh Mohamed dan Sheikh Hamdan berjalan di antara pengunjung, menyapa warga, serta melayani ajakan bersalaman dan berfoto. Banyak pengunjung mengaku terkejut sekaligus senang bisa bertemu langsung dengan pemimpin negara dalam suasana santai.
Keduanya bahkan terlihat makan di salah satu restoran di dalam mal. Dalam video yang beredar, seorang ekspatriat asal Ghana menghampiri dan berjabat tangan dengan keduanya.
Sheikh Mohamed bertanya apakah pria itu bahagia tinggal di UEA. Dengan senyum lebar, dia menjawab, "ya, ya." Presiden kemudian mendoakan agar dia menikmati masa tinggalnya di negara tersebut.
Pesan Kuat
Kehadiran Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Putra Mahkota Dubai Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum juga mendapat sorotan dari Rusia. Kepala Russian Direct Investment Fund (RDIF) sekaligus Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Asing, Kirill Dmitriev, menyebut video tersebut sebagai pesan yang kuat.
"UEA yang tangguh adalah salah satu dari sedikit tempat yang benar-benar netral di dunia, yang berfokus pada perdamaian dan kemakmuran," tulis Dmitriev di akun X miliknya, dilansir dari TASS.

Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Sejumlah kota besar, termasuk Teheran, menjadi sasaran serangan.
Sebagai balasan, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan operasi pembalasan besar-besaran dengan peluncuran rudal dan drone. Menurut kantor berita Mehr, sejumlah pangkalan militer AS di kawasan turut menjadi target, sementara beberapa negara menutup wilayah udara dan maskapai menghentikan penerbangan akibat memburuknya situasi keamanan.