Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Kementan Tingkatkan Jaringan Irigasi Tersier di Kabupaten Bandung
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Tingkatkan Jaringan Irigasi Tersier di Kabupaten Bandung

Kamis, 09 Mei 2019 - 15:06:00 WIB
Kementan Tingkatkan Jaringan Irigasi Tersier di Kabupaten Bandung
Baca Berita

BANDUNG, iNews.id - Kabupaten Bandung terus berusaha meningkatkan prasarana pertanian melalui pembangunan atau Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan jalan usaha tani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Hal ini untuk mendorong produktivitas sektor pertanian di wilayah setempat.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengungkapkan, tahun 2018, Ditjen PSP membangun 399 unit embung pertanian dan 134.475 hektare jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi. Untuk 2019, akan dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier seluas 134.075 hektare.

"Program RJIT periode 2014-2019 ini dilakukan untuk membangun atau merehabilitasi jaringan irigasi tersier yang kondisinya hampir 50 persen rusak. Dearah yang ingin membangun embung atau irigasi tersier, silakan ajukan ke Ditjen PSP. Bisa melalui Dinas Pertanian di wilayahnya masing-masing," ujar Sarwo Edhy dalam keterangannya, Kamis (8/5/2019)

Sarwo Edhy mengatakan, program rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan embung yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah sangat dirasakan oleh para petani. Ia menjelaskan, efek yang langsung dirasakan petani adalah, adanya penambahan Indeks Tanam yang tadinya hanya bisa sekali setahun menjadi dua kali atau lebih, juga produktivitas 1-1,5 ton per ha.

“Dengan adanya program pembangunan dan atau rehabilitasi jaringan irigasi, maka ada peningkatan pada indeks tanam petani, yang sebelumnya hanya sekali setahun menjadi dua kali,” kata Sarwo Edhy.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Yayan Agustian mengungkapkan, jaringan irigasi tersier yang sudah dibangun di antaranya di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Banjaran, Paseh, Ibun, Solokanjeruk, Cicalengka, Rancaekek, dan Cikancung.

"Dibangunnya jaringan irigasi tersier itu dapat meningkatkan produksi 0,5 sd 1 ton per ha. Misalnya yang semula menghasilkan produksi 6,5 ton gabah kering panen per hektare,  menjadi 7 ton dengan adanya pengerjaan pembangunan jaringan irigasi tersier tersebut," kata Yayan Agustian.

Yayan mengatakan, pembangunan jaringan irigasi tersier pada 2018 yang berasal dari APBN itu, setiap titik lokasi sepanjang 150-200 meter. Pembangunan jaringan irigasi tersier itu pada bagian kanan kiri sehingga panjangnya antara 300 sampai 400 meter. 

"Pembangunan jaringan irigasi tersier itu sudah dilaksanakan di 12 kecamatan tadi, untuk meningkatkan produksi pertanian," katanya. 

Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut