Ketahui 4 Bahaya Menggunakan Charger Palsu
JAKARTA, iNews.id - Kasus smartphone meledak kebanyakan disebabkan oleh penggunaan charger palsu. Selain smartphone meledak, sebenarnya ada beberapa dampak yang bisa ditimbulkan akibat penggunaan charge palsu.
Penggunaan charger palsu sangat tidak direkomendasikan. Sebab, charger palsu bisa menimbulkan masalah baru untuk smartphone Anda, salah satu meledak. Selain itu, charger palsu juga bisa membuat smartphone overheating.
Untuk lebih jelas mengenai bahaya apa saja yang ditimbulkan akibat penggunaan charger palsu. Berikut ini jajaran dampak berbahaya menggunakan charger palsu, sebagaimana dirangkum iNews.id dari Android Pit, Minggu (22/4/2018).
Potensi Tersengat Listrik dan Meledak
Tersengat listrik dan meledak merupakan masalah paling serius yang dimiliki produk palsu. Produk palsu dibuat tanpa proses pengecekan kualitas, tidak ada sertifikasi keselamatan atau kualitas dari badan pengatur dan tidak ada aturan keamanan manufaktur. Karena standar manufaktur yang longgar ini, mereka lebih rentan terhadap ledakan dan guncangan.
Charger asli dengan nama merek masih memiliki masalah ini (tersengat listrik), tapi dalam jumlah jauh lebih kecil karena ia melalui proses pengujian dan sertifikasi yang ketat.
Berisiko Overheating
Selain meledak, penggunaan charger palsu juga berpotensi membuat smartphone Anda overheating. Charger mungkin terlalu panas dan memicu atau memanaskan objek lain. Produsen charger palsu tidak peduli dengan bahan yang digunakan, jadi jangan berharap kabel atau plastik akan tahan panas.
Berpotensi Merusak Smartphone
Masalah kualitas pada charger bisa merusak smartphone Anda. Charger asli memiliki fuse di dalamnya yang terbakar jika kelebihan beban, sehingga mencegah kerusakan pada smartphone atau percikan api.
Merusak Baterai
Produk palsu dimaksudkan untuk mengeluarkan biaya paling sedikit untuk diproduksi demi menghasilkan laba, sehingga ada peluang charger tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Ini merupakan ciri utama produk palsu. Mereka mungkin berhasil, tapi sangat tidak mungkin memiliki kualitas atau power sama seperti aslinya.
Fast charging jarang ditemukan, dan pada akhirnya salah satu dari ini akan memakan waktu lebih lama dibandingkan charger asli untuk mendapatkan smartphone hingga 100 persen. Bisa memakan waktu dua kali lebih lama untuk mengisi daya.