Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Menkeu Suahasil Lapor MBG Serap Rp134,2 Triliun hingga Agustus 2026: Makin Tepat Sasaran
Advertisement . Scroll to see content

Menkeu Suahasil Lapor MBG Serap Rp134,2 Triliun hingga Agustus 2026: Makin Tepat Sasaran

Jumat, 18 September 2026 - 15:38:00 WIB
Menkeu Suahasil Lapor MBG Serap Rp134,2 Triliun hingga Agustus 2026: Makin Tepat Sasaran
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp134,2 triliun selama delapan bulan pelaksanaan APBN 2026 hingga Agustus. Kementerian Keuangan menilai penyaluran MBG semakin tepat sasaran seiring reformasi tata kelola yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan Kemenkeu mendukung pembenahan yang dilakukan BGN. Koordinasi antara Kemenkeu dan Kepala BGN juga terus dilakukan untuk menyesuaikan mekanisme anggaran dengan pelaksanaan program di lapangan.

“Track record realisasi anggaran bisa diliat dari Januari-Agustus dan kita liat program MBG ini semakin tepat sasaran didukung reformasi BGN yang secara gencar diumumkan beberapa waktu terkahir. Karena itu Kemenkeu mendukung sekali reformasi BGN Pak Kepala BGN koordinasi sangat erat dengan kami karena BGN ketika lakukan reform ada hal hal yang perlu kita setel,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Reformasi BGN mencakup pengetatan standar operasional serta penataan sasaran penerima MBG. Salah satunya melalui penerapan standar laik higiene sanitasi dalam seluruh proses pengelolaan makanan.

Evaluasi operasional juga dilakukan dengan menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi kualifikasi.

Selain itu, BGN menata distribusi MBG di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), terutama daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Sasaran diprioritaskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta para santri.

Penataan juga dilakukan dalam mekanisme penentuan penerima manfaat. Wewenang penetapan target penerima manfaat dialihkan dari SPPG ke BGN pusat untuk membuat distribusi MBG lebih optimal dan terintegrasi.

Suahasil mengapresiasi penataan tersebut. Menurut dia, reformasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan alokasi anggaran negara agar manfaat MBG diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi penataan penataan ini reform sangat baik membuat jadi lebih tepat sasaran termasuk target oleh BGN ada reform penentuan penerima manfaat dialihkan dari SPPG ke BGN agar distribusi MBG lebih optimal. Jadi kita sambut baik reform di BGN sehingga bisa lakukan lebih tepat sasaran uang yang dipakai untuk MBG menjadi betul betul bisa kena ke yang membutuhkan,” pungkas Suahasil.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut