MNC Digital Entertainment Catat Laba Rp356 Miliar hingga Kuartal III 2024, Naik 37 Persen
JAKARTA, iNews.id - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), anak perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,30 triliun hingga kuartal III 2024. Perolehan ini turun 3 persen year on year (yoy) dari Rp2.364 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, pada kuartal III 2024, pendapatan perseroan tumbuh sebesar 6 persen yoy, mencapai Rp666 miliar. Sementara, EBITDA MSIN tumbuh 8 persen yoy pada sembilan bulan pertama tahun 2024 dengan marjin mencapai Rp616,5 miliar.
Selain itu, laba bersih MSIN meningkat sebesar 37 persen hingga kuartal III 2024 menjadi Rp356 miliar, yang setara dengan marjin laba bersih sebesar 15 persen. Baik EBITDA maupun laba bersih, mengalami pertumbuhan YoY yang signifikan pada kuartal III 2024.
Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo menyambut kinerja baik yang ditorehkan MSIN pada sembilan bulan pertama tahun 2024 maupun pada kuartal III 2024.
"Kami menantikan dan yakin bahwa kuartal IV akan terjadi peningkatan yang lebih kuat, didorong oleh berbagai inisiatif strategis yang telah kami terapkan," kata Angela.
Angela berharap prospek positif untuk tahun 2025 mendatang, didukung oleh kondisi makroekonomi yang lebih baik di Indonesia, terutama pada konsumsi, yang akan meningkatkan belanja iklan.
"Secara keseluruhan, kami berdedikasi untuk mendorong pertumbuhan dan memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan kami," tuturnya.
Pendapatan Konten & IP dan Talent MSIN pada sembilan bulan pertama tahun 2024 tumbuh sebesar 7 persen yoy menjadi Rp1,26 triliun. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan untuk konten MSIN, terutama produksi untuk FTA TV milik MNCN dan lisensi untuk platform eksternal.
Pada kuartal III 2024, pendapatan dari konten & IP dan talent mencapai Rp385,6 miliar, mencerminkan peningkatan sebesar 50 persen yoy. Selain itu, ada peningkatan signifikan dalam lisensi konten orisinil ke platform pihak ketiga yang menyebabkan lonjakan besar dalam pendapatan konten untuk kuartal III 2024.
Pendapatan digital Perseroan turun 30 persen yoy menjadi Rp827 miliar, sebagian besar disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi makro yang memengaruhi belanja iklan pada platform digital di Indonesia. Meskipun terjadi penurunan, metrik operasional menunjukkan bahwa performa media sosial, portal online, dan RCTI+ milik MSIN tetap berkinerja dengan baik.
Selain itu, mulai bulan November 2024, akan ada peningkatan pendapatan iklan pada saluran FTA di RCTI+, karena Perseroan telah mengintegrasikan penjualan inventaris iklan, yang digabungkan antara platform TV FTA & RCTI+ dan inventaris iklan baru (slot baru) pada RCTI+.
Pendapatan Berlangganan untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 dari superapp SVOD milik MSIN, Vision+, naik signifikan dari Rp375 miliar menjadi Rp493 miliar, mencerminkan pertumbuhan 31 persen yoy. Pada kuartal ketiga tahun 2024, pendapatan langganan naik 37 persen yoy menjadi Rp173 miliar.
Katalis utama atas peningkatan pendapatan dari Vision+ tahun ini berasal dari paket premium berlangganan yang lebih baik, berbagai kompetisi sepak bola terkemuka, popularitas konten orisinil Vision+ yang semakin meningkat, upaya pemasaran yang terarah, dan kemitraan dengan perusahaan ISP & telekomunikasi. Skema monetisasi baru lain akan datang dari inisiatif baru dalam menayangkan konten orisinil Vision+ di FTA TV milik MNCN, dimana pendapatan iklan yang dihasilkan juga akan diterima oleh Vision+.
Sementara, neban langsung turun 6 persen yoy menjadi Rp1,48 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh biaya produksi konten yang lebih rendah untuk berbagai konten yang diproduksi MSIN yang dilakukan di Movieland.
Meskipun beberapa aktivitas produksi telah dilakukan di Movieland, perlu diketahui bahwa pembangunan akan selesai sepenuhnya pada kuartal I 2025, sehingga hal ini dapat menurunkan biaya produksi secara signifikan pada kisaran 10-15 persen.