Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Pembuat Aplikasi Kuis di Facebook Diklaim Ungkap Jutaan Data Pengguna
Advertisement . Scroll to see content

Pembuat Aplikasi Kuis di Facebook Diklaim Ungkap Jutaan Data Pengguna

Jumat, 29 Juni 2018 - 13:40:00 WIB
Pembuat Aplikasi Kuis di Facebook Diklaim Ungkap Jutaan Data Pengguna
Baca Berita

MENLO PARK, iNews.id - Pengembang kuis Facebook dengan nama NameTest diketahui telah mengungkapkan informasi pribadi 120 juta pengguna Facebook. Peneliti keamanan menemukan aplikasi kuis popular di Facebook yang disebut Nametest, memiliki celah yang bisa membuat seseorang menarik informasi lebih dari 120 juta orang, bahkan setelah aplikasi itu dihapus.

Celah ini tampaknya tidak melibatkan kebijakan Facebook. Masalah keamanan berkaitan dengan kesalahan coding di situs web Nametest. Meski begitu, raksasa jejaring sosial yang terlibat skandal data ini telah bekerja sama dengan pengembang Nametest, Social Sweethearts untuk mengatasi kerentanan tersebut.

"Seorang peneliti membawa masalah ini ke situs web nametest.com untuk mendapatkan perhatian melalui Data Abuse Bounty Program kami yang diluncurkan pada April lalu guna mendorong laporan yang melibatkan data Facebook," kata VP of Partner Product Facebook Ime Archibong yang dilaporkan Cnet, Jumat (29/6/2018).

"Kami bekerja dengan namtest.com untuk menyelesaikan kerentanan di situs web mereka," ujarnya.

Peneliti kemanan Inti de Cuekelaire merinci penemuannya dalam posting Medium. Cuekelaire menulis, dia memperhatikan informasi pribadinya yang dimuat di situs web Nametest tanpa enkripsi atau keamanan apa pun dan datanya tersedia untuk siapa saja yang memiliki tautan ini. Data menunjukkan namanya, negara asalnya, tanggal lahirnya, jenis kelamin, dan umurnya.

"Saya terkejut saat melihat data ini tersedia untuk publik bagi pihak ketiga yang memintanya. Dalam situasi normal, situs web lain tidak akan bisa mengakses informasi ini," katanya.

Dia kemudian membuat situs web yang bisa mendapatkan informasi tentang siapa saja yang mengunjunginya jika mereka pernah menggunakan Nametest di masa lalu.

Melalui webpage tersebut, dia bisa memuat data pada foto pribadi pengunjung, pembaruan status, dan teman. Social Sweethearts mengatakan telah memperbaiki kekurangan setelah menyelidiki masalah ini.

Petugas perlindungan data perusahaan, Thomas Schwenke mengatakan dalam sebuah pernyataan penyelidikan Social Sweethearts menemukan, tidak ada bukti data pribadi pengguna telah dipaparkan ke pihak ketiga yang tidak berwenang dan bukti data pengguna telah disalahgunakan.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut