Pemerintah AS di Ambang Tutup, Trump dan Partai Demokrat Saling Menyalahkan
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah federal Amerika Serikat (AS) terancam shut down atau tutup karena tak ada anggaran. Presiden Donald Trump menuduh para politisi Partai Demokrat berada di balik mandeknya persetujuan rancangan anggaran.
Anggaran yang ditetapkan sebelumnya hanya bisa menjalankan roda pemerintahan federal sampai akhir September.
"Demokrat ingin menutup pemerintahan, mereka ingin menutupnya karena ingin memberikan miliaran, pada akhirnya triliunan, dolar kepada imigran ilegal," kata Trump, di Gedung Putih seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (27/9/2025).
Dia menyebut politisi Demokrat gila seraya pasrah dengan kondisi tersebut.
"Jika harus ditutup, ya tutup. Tapi merekalah yang akan menutupnya," ujarnya.
Demokrat menolak tuduhan Trump soal anggaran untuk imigran ilegal dengan menyebutnya tidak berdasar. Sebaliknya, Demokrat justru berusaha melindungi hak-hak rakyat AS melalui subsidi terkait Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act). Tanpa UU tersebut, biaya perawatan kesehatan menjadi tidak terjangkau bagi jutaan warga AS.
Awal pekan ini, Trump membatalkan pertemuan dengan para petinggi DPR dan Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer dan Hakeem Jeffries. Padahal pemerintah hanya punya waktu sepekan sampai batas waktu 30 September untuk menghindari potensi shut down.
Trump beralasan pembatalan pertemuan itu karena ada tuntutan Demokrat yang tidak serius dan konyol.
Namun pernyataan itu dibantah keras oleh Jeffries yang menuduh Partai Republiklah yang berusaha menutup pemerintah. Dia mengkritik keras Partai Republik karena mengusulkan pembatalan pemungutan suara pekan depan.
Anggota DPR dari Partai Republik, lanjut dia, lebih memilih liburan ketimbang memikirkan kepentingan rakyat. Sementara itu Trump juga bermain golf.
Trump, kata Jeffries, juga tidak punya waktu untuk bertemu para pemimpin Partai Demokrat untuk membahas penghentian shut down.
"Ini keterlaluan dan mengapa mereka kabur dari kota? Itu karena Partai Republik ingin menutup pemerintahan. Mereka ingin terus menyusahkan rakyat Amerika dan ingin terus merusak layanan kesehatan warga," ujarnya.
Kongres berada di tengah kebuntuan karena pendanaan pemerintah akan berakhir pada 30 September. DPR AS yang dikuasai Partai Republik sebelumnya mengesahkan rancangan anggaran jangka pendek untuk menjaga agar pemerintah bisa beroperasi hingga 21 November. Namun rancangan itu mentah di Senat akibat penolakan dari Partai Demokrat.