Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Pemerintah Percepat Olah Sampah Jadi Listrik, Target Kurangi 33.000 Ton per Hari di 2029
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Percepat Olah Sampah Jadi Listrik, Target Kurangi 33.000 Ton per Hari di 2029

Rabu, 22 April 2026 - 19:57:00 WIB
Pemerintah Percepat Olah Sampah Jadi Listrik, Target Kurangi 33.000 Ton per Hari di 2029
Baca Berita

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengatasi persoalan sampah nasional. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya volume sampah di Indonesia yang telah mencapai sekitar 140.000 ton per hari.

Di sisi lain, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dinilai masih terbatas, begitu juga dengan pengolahan melalui metode reduce-reuse-recycle (3R).

Melalui pemanfaatan teknologi termal seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.

Pembangunan fasilitas ini akan difokuskan di wilayah perkotaan dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Pemerintah menargetkan pada 2029, PSEL dapat mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari.

"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48 persen dari total timbulan sampah nasional," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurut Qodari, pengurangan timbulan sampah melalui PSEL juga berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat, terutama di sekitar TPA, karena risiko penyakit dapat ditekan.

"Dalam jangka panjang, keberadaan PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon," ucap Qodari.

Selain manfaat lingkungan, PSEL juga dinilai memiliki potensi ekonomi. Fasilitas ini diperkirakan mampu menghasilkan listrik rata-rata sebesar 25 MW untuk kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari.

"PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Keberadaan PSEL pun dapat turut mendorong transfer teknologi yang diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan sampah," katanya.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang tersebar di 61 kabupaten/kota di Indonesia. Setiap lokasi ditargetkan memiliki kapasitas input sampah lebih dari 1.000 ton per hari, sehingga total kapasitas pengolahan mencapai 33.000 ton per hari.

Pada tahap awal, proyek ini dijadwalkan memulai pembangunan (groundbreaking) pada Juni 2026 di lima wilayah, yakni Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya dan Bandung Raya.

Berita Lainnya

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut