Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Timnas Indonesia Ketiban Untung
JAKARTA, iNews.id - Wacana Piala Dunia 2030 dengan format 64 tim yang kabarnya mendapat persetujuan Presiden FIFA Gianni Infantino langsung mengguncang dunia sepak bola. Jika terealisasi, peluang Timnas Indonesia tampil di ajang tertinggi dunia semakin terbuka lebar.
Informasi ini sebelumnya dilaporkan ESPN dan The Thao 247. Skema tersebut dinilai bisa mengubah peta persaingan global dan memperbesar jumlah negara peserta secara signifikan.
Gagasan penambahan peserta pertama kali datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay Ignacio Alonso pada Maret 2025. Usulan itu dikaitkan dengan perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Piala Dunia 2030 direncanakan digelar di enam negara, yakni Maroko, Portugal, Spanyol, Argentina, Uruguay, dan Paraguay. Tiga negara Amerika Selatan akan menjadi tuan rumah laga pembuka fase grup.
Sementara itu, Maroko, Portugal, dan Spanyol akan menjadi tuan rumah utama sepanjang turnamen. Format ini sudah menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah Piala Dunia.
Namun pada September 2025, laporan media Inggris The Guardian menyebut wacana 64 tim belum mendapat persetujuan penuh dari FIFA. Informasi itu berasal dari sumber internal organisasi sepak bola dunia tersebut.
Tambahan Slot Besar, Asia Bisa Dapat Untung
Jika Piala Dunia benar-benar diperluas menjadi 64 tim, maka akan ada tambahan 16 slot dari edisi 2026. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara akan diikuti 48 negara.
Sejak 1998 hingga 2026, format Piala Dunia bertahan di 32 tim. Sebelumnya, pada periode 1982 hingga 1994, turnamen hanya diikuti 24 negara.
Penambahan peserta ini otomatis membuka peluang lebih besar bagi konfederasi seperti AFC. Saat ini Asia memiliki sembilan slot di Piala Dunia 2026, terdiri dari delapan tiket langsung dan satu jalur playoff.
Dengan format 64 tim, jumlah wakil Asia diperkirakan meningkat menjadi 10 hingga 12 negara. Situasi ini membuat peluang Indonesia untuk mencetak sejarah pertama kali tampil di Piala Dunia semakin realistis.
Meski begitu, faktor kunci tetap ada pada performa tim. Pelatih John Herdman tetap menekankan pentingnya peningkatan kualitas skuad.
Pada FIFA Series 2026, Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Mereka menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dan kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.
Hasil tersebut menjadi modal evaluasi penting. Dengan format kompetisi yang bisa berubah besar, persiapan matang menjadi syarat utama agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton di panggung dunia.