Purbaya Buka Suara soal Kabar BI bakal di Bawah Kemenkeu
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait kabar Bank Indonesia (BI) akan berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dia menegaskan pemisahan bank sentral dari otoritas fiskal merupakan amanat Undang-Undang (UU).
Purbaya mengatakan isu tersebut muncul di tengah tekanan yang terjadi di sektor keuangan. Kondisi itu ditandai dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, aliran dana asing yang keluar dari pasar modal, hingga pengaruh terhadap pemberian peringkat oleh penyedia indeks global.
Ia pun menilai solusi yang dibutuhkan bukan menggabungkan BI dengan Kemenkeu. Menurut dia, pemerintah perlu memperkuat sinergi antara otoritas fiskal, bank sentral, dan lembaga pengawas sektor keuangan.
"Ketika keadaan seperti ini, kurang baik merubah sistem yang ada, yang penting adalah perbaiki kinerjanya kita semua itu. Kita lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis, gitu aja," ucap Purbaya saat ditemui usai Rapat KSSK di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Selain itu, eks Ketua DK LPS ini juga merespons kabar dirinya dicalonkan diri menjadi Gubernur BI, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Dia mengaku namanya memang kerap muncul dalam berbagai bursa jabatan strategis, mulai dari pimpinan lembaga keuangan hingga kementerian. Namun, Purbaya memastikan dirinya tidak mengajukan diri untuk posisi Gubernur BI.
"Nggak (mengajukan diri BI), kenapa anda menyuruh saya ke BI? Kalau setiap bursa itu nama saya selalu masuk kemana-mana, tapi nggak pernah jadi. Jadi saya disini udah syukur lah," ungkapnya.