RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Pigai: Venezuela akan Ditangani Putra Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut, Indonesia akan menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pigai mengatakan, hal ini tak terlepas dari munculnya Kementerian HAM di Indonesia.
"Hari ini kita rebut Presiden Dewan HAM PBB, karena Kementerian HAM. Ini baru 80 tahun Indonesia merdeka, Indonesia memimpin pertama kali lembaga multilateral dunia," kata Pigai di Kementerian HAM, Selasa (6/1/2026).
Pigai melanjutkan, apabila jabatan ini benar dipimpin bangsa Indonesia, maka penanganan konflik di Venezuela akan melibatkan putra bangsa.
"Besok yang Venezuela nanti dia yang ini. Putra Indonesia yang akan menangani Venezuela," ujar dia.
Sebagai informasi, kelompok Asia-Pasifik memajukan Indonesia sebagai calon tunggal Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Nominasi Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026 akan ditetapkan dalam Pertemuan Dewan HAM pada 8 Januari 2026.
Jabatan tersebut akan diemban oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro.
Dalam kapasitas itu, Indonesia akan memimpin jalannya sidang dan proses Dewan HAM PBB sepanjang tahun 2026.