Rintis Program Pemberdayaan UMKM, DPW Partai Perindo DKI: Dukung Ekonomi Rakyat Kecil
JAKARTA, iNews.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Jakarta Barat meresmikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan pertamanya, yakni Soto Mie Bogor Mang Ipul, yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (8/2/2026).
Bendahara DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Hendi Chandra mengatakan, program ini merupakan implementasi dari visi dan misi partai untuk mendukung ekonomi rakyat kecil. Dia meyakini, ekonomi rakyat yang kokoh akan membuat baik ekonomi negara.
"Sesuai dengan misi dan visi Perindo, Ibu Ketum sudah mengarahkan bahwa kita support UMKM untuk rakyat kecil, jadi dengan kokohnya ekonomi rakyat pasti ekonomi negara lebih baik," ujar Hendi di lokasi acara.
Selain bantuan di sektor kuliner, pihaknya akan menyasar pemberdayaan UMKM di bidang sembako dengan program Warung Perindo.
Nantinya, pelaku UMKM akan diberi program pelatihan bisnis online bagi para pelaku usaha makanan ringan serta program beasiswa untuk mendukung angkatan kerja.
"Perindo DKI akan support UMKM sembako, kita akan cari juga para UMKM yang menjadi warung-warung kita seperti Warung Perindo sebelumnya, juga pendidikan secara bisnis online untuk teman-teman yang ada keahlian untuk bikin kue pastel atau makanan-makanan ringan, juga ada program untuk tenaga kerja, jadi kita akan bikin program beasiswa support untuk teman-teman yang ingin mendapatkan pekerjaan," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Perindo Jakarta Barat, Franky Daniel Hutabarat mengungkapkan, pihaknya menargetkan UMKM binaan ini bisa lahir di tiap kecamatan di Jakarta Barat.
"Target kita tidak muluk-muluk, Jakarta Barat adalah 8 kecamatan, 56 kelurahan, tahun ini kita menargetkan 8 kecamatan ini kita punya satu kecamatan satu UMKM yang dibina oleh DPD Jakarta Barat," tuturnya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pembinaan yang diberikan tidak hanya bersifat seremonial. Pihaknya akan memberikan edukasi mendalam terkait manajemen usaha dan strategi pemasaran.
"Intinya kita edukasi bagaimana mereka mengelola manajemen yang bagus, bagaimana mereka memasarkan produknya, kita bina sampai sedetail-detailnya," kata Franky.