Sebelum Liburan, Wisatawan Wajib Cek Destinasi dan Transportasi di Tengah Erupsi Anak Krakatau
JAKARTA, iNews.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan wisata. Di tengah aktivitas vulkanik dan potensi sebaran abu, wisatawan diimbau tidak langsung berangkat sebelum memastikan kondisi destinasi dan operasional transportasi.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan wisata untuk memeriksa kondisi destinasi dan operasional perjalanan sebelum berangkat.
Pengecekan ini penting karena kondisi destinasi maupun akses menuju lokasi wisata dapat berubah mengikuti perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik.
Wisatawan juga disarankan mencari pembaruan informasi dari pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan perjalanan, seperti pengelola destinasi, penyedia akomodasi, dan penyedia transportasi.
Cek Kondisi Penerbangan dan Pelayaran
Selain destinasi, wisatawan perlu memperhatikan perubahan kondisi transportasi, khususnya bagi mereka yang bepergian menggunakan pesawat atau kapal.
Kemenpar mengingatkan bahwa perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi operasional penerbangan maupun pelayaran.
Karena itu, wisatawan sebaiknya kembali mengecek status perjalanan menjelang keberangkatan dan tidak hanya mengandalkan informasi yang diperoleh saat pertama kali memesan tiket.
Jika terjadi perubahan jadwal atau operasional transportasi, wisatawan diimbau mengikuti arahan dari penyedia layanan serta pihak berwenang.
Jangan Paksakan Liburan jika Kondisi Tidak Aman
Dalam situasi seperti ini, keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama sebelum melanjutkan perjalanan.
Kemenpar juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BNPB guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Bagi wisatawan yang berada di wilayah terdampak, masyarakat diminta menghindari kawasan pantai dan pesisir serta menjauhi area dalam radius minimal 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan di tengah paparan abu vulkanik, masyarakat dianjurkan menggunakan masker atau kain basah. Sementara itu, jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah.
Dengan kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu, mengecek destinasi, transportasi, dan informasi resmi sebelum berangkat menjadi langkah penting agar rencana liburan tidak justru membahayakan keselamatan.