Siapa Sangka Bisnis Burung Kicau Bisa Bantu Kebutuhan Rumah Tahfidz, Ini Kisahnya
JAKARTA, iNews.id - Bagi sebagian orang, hobi tak hanya sekedar kegemaran. Mereka yang memiliki kelihaian dalam berbisnis dapat pula menyulap hobi menjadi "ladang emas". Jadi, hobi yang semula bisa menguras kantong justru dapat mendatangkan uang jika berada di tangan mereka.
Salah satu hobi yang dapat dipilih yaitu memelihara burung kicau. Ini bukan hobi baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, pecinta burung kicau tak hanya menjadikan burung-burung mereka menjadi pajangan di halaman rumah, tetapi juga ladang bisnis.
Salah satunya dilakukan Ustaz Fahmi. Lelaki asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini memiliki hobi seperti kebanyakan orang, yakni memelihara burung kicau.

Ada banyak macam burung kicau yang dimilikinya, seperti murai, love bird atau burung cinta, jalak dan banyak lagi. Tak hanya burung, di rumahnya juga ada beberapa binatang peliharaan lain, seperti ikan dan kura-kura. Semua binatang itu dipelihara di halaman rumah. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya suasana rumah Ustaz Fahmi itu.
Hobi memelihara binatang, terutama burung kicau sudah dilakukan sejak lama. Tak hanya memelihara, Ustaz Fahmi juga beternak. Terbukti dengan banyaknya kandang ternak yang dia miliki. Jadi, dia "memproduksi" burung-burung kicau tersebut untuk dipelihara dan dijual.
Keisengan Ustaz Fahmi untuk menjual burung kicau miliknya berawal dari tawaran beberapa orang. Keluarga, kerabat bahkan tamu yang berkunjung ke rumahnya ternyata menaruh ketertarikan kepada burung-burung peliharaannya.
Mereka pun mengatakan kepada Ustaz Fahmi ingin membeli burung-burung tersebut. Tawaran itu disambut baik. Sejak saat itu lah, Ustaz Fahmi sedikit demi sedikit mulai merambah ke dunia bisnis burung kicau.
Penghasilan yang dia dapatkan setelah terjun selama beberapa tahun di dunia bisnis burung kicau ternyata cukup banyak. Bayangkan, satu ekor burung murai dia jual dengan harga rata-rata Rp3 juta hingga Rp5 juta.
Namun, di sinilah keunikannya. Uang hasil berbisnis burung kicau itu tak hanya digunakan Ustaz Fahmi untuk kebutuhan pribadinya, akan tetapi dialokasikan juga untuk keperluan Rumah Tahfidz. Ya, Ustaz Fahmi memiliki sebuah Rumah Tahfidz Al-Ikhlas.
Rumah Tahfidz merupakan sarana belajar mengaji, seperti iqra, Alquran, dan ilmu agama lainnya dengan basis rumah hunian. Rumah Tahfidz diinisiasi oleh PPPA Daarul Qur'an sejak lebih dari 10 tahun lalu. Saat ini, jumlah Rumah Tahfidz yang tersebar di Indonesia sudah mencapai puluhan ribu.
Rumah Tahfidz Al-Ikhlas yang dibangun oleh Ustaz Fahmi sudah berdiri bahkan sebelum dirinya terjun ke dunia bisnis burung kicau. Kini, Rumah Tahfidz Al-Ikhlas memiliki puluhan santri, mulai dari santri mukim dan non-mukim.
Hasil bisnis burung kicau itu dia gunakan untuk operasional Rumah Tahfidz Al-Ikhlas, mulai dari membeli perlengkapan belajar, menggaji para pengajar hingga makan para santri yang bermukim. Atas perjuangannya tersebut, saat ini dia sudah memiliki ruang belajar yang cukup luas lengkap dengan peralatannya.
Ketika bernegosiasi dengan calon pembeli, Ustaz Fahmi tak banyak memainkan harga. Dia hanya mengatakan nominal harga burung kicau miliknya dan mempersilahkan calon pembeli tersebut untuk mentransfer uang sesuai dengan kesanggupan mereka, tanpa banyak tarik-ulur harga.
Nomor rekening yang dia berikan ke calon pembeli pun bukan nomor rekening pribadinya, melainkan atas nama Rumah Tahfidz Al-Ikhlas. Hal itu dikarenakan uang tersebut akan dia gunakan untuk keperluan Rumah Tahfidz.
"Saya suka bilang, udah nggak usah nawar, bawa saja burungnya, terus transfer ke rekeningnya Rumah Tahfidz," tuturnya saat ditemui di kediamannya.
Selain dari uang hasil menjual burung kicau, Ustaz Fahmi juga menggunakan uang hadiah dari lomba untuk membantu kebutuhan Rumah Tahfidz.
Untuk diketahui dia juga sering membawa burung kicau miliknya ke berbagai perlombaan. Bahkan namanya sudah cukup terkenal di kalangan pecinta burung kicau di daerahnya karena kerap menjadi langganan juara.
Ustaz Fahmi pun beryukur karena atas hobi memelihara burung kicau dia dapat membantu Rumah Tahfidz rintisannya. Bagi dia, burung kicau dan Rumah Tahfidz merupakan dua hal yang tak dapat terpisahkan. Ini karena burung kicau merupakan hobi yang dia geluti sejak lama, sedangkan Rumah Tahfidz jalan dakwah baginya.