Terungkap! Ini Alasan Sashfir Berani Speak Up Jadi Korban Pelecehan Seksual
JAKARTA, iNews.id - Selebgram Sashfir akhirnya angkat bicara setelah berbulan-bulan memendam pengalaman yang menurutnya mengubah hidup. Ia mengaku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam atau voyeurism di toilet perempuan restoran di kawasan Senopati.
Sashfir tidak langsung menceritakan kejadian tersebut kepada publik. Ia memilih menunggu sampai dirinya merasa cukup siap secara emosional untuk membagikan pengalaman yang dialaminya pada April 2026.
Keputusan itu akhirnya diambil karena Sashfir tidak ingin pengalaman yang dialaminya hanya menjadi persoalan pribadi.
Tak Ingin Korban Lain Merasa Sendirian
Salah satu alasan utama Sashfir berani speak up adalah karena ia menyadari kemungkinan adanya korban lain yang memilih diam.
Menurutnya, tidak semua korban memiliki ruang aman untuk bercerita. Bahkan, sebagian korban bisa memilih memendam pengalaman karena khawatir ceritanya tidak dipercaya.
“Aku menceritakan semua ini agar tidak ada lagi korban yang merasa sendirian, dan agar kita semua bisa lebih waspada serta berani menuntut keadilan atas tindakan seperti yang menimpaku," kata Sashfir, dikutip Kamis (8/10/2026).
Sashfir berharap pengalamannya dapat membuka ruang bagi perempuan lain untuk berbicara ketika mereka sudah siap.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan masih adanya korban lain yang selama ini memilih diam karena berbagai alasan.
“Coba bayangkan, berapa banyak korban lain yang memendam semuanya karena tidak memiliki ruang yang aman untuk bercerita, atau karena suara mereka kerap tidak dipercaya dan disepelekan," ungkapnya.
Sashfir Ingin Kasusnya Jadi Pelajaran
Sashfir menegaskan dirinya tidak ingin cerita tersebut berhenti sebagai pemberitaan viral di media sosial.
Ia berharap kasus yang dialaminya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan perekaman secara diam-diam, khususnya di ruang yang seharusnya memberikan privasi seperti toilet perempuan.
“Aku berharap cerita ini tidak berhenti sebagai pemberitaan semata, tetapi menjadi ruang untuk bersuara, berbagi informasi, dan membantu orang lain yang mungkin mengalami hal serupa," ujarnya.
Sashfir juga meminta bantuan masyarakat yang mengetahui komunitas atau media yang dapat memberikan ruang aman bagi korban untuk bercerita. Ia menyatakan siap memberikan penjelasan lebih detail mengenai kronologi yang dialaminya.
Sudah Serahkan Masalah kepada Pihak Berwajib
Selain berbicara kepada publik, Sashfir memastikan persoalan tersebut telah diserahkan kepada pihak berwajib. Ia berharap proses terhadap pihak yang bertanggung jawab dapat dilakukan secara tegas, sehingga memberikan efek jera.
“Saat ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib. Aku berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada lagi korban selanjutnya," kata dia.
Bagi Sashfir, keberaniannya untuk berbicara bukan semata-mata tentang dirinya. Ia ingin memastikan perempuan lain mengetahui bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman dan berhak mendapatkan dukungan ketika menjadi korban.